VIVAlife - Makan durian adalah hobi Melody Grace Natalie sejak kecil. Namun, menumpuknya sampah yang menimbulkan bau tak sedap memunculkan keprihatinan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Stella Duce I Yogyakarta tersebut. Itu pula yang akhirnya membuatnya meraih medali emas dalam Asia Pacific Conference of Young Scientists (APCYS) di Palangkaraya, September silam.
Setelah putar otak, Melody berhasil mengolah limbah durian menjadi briket (arang) lebih ekonomis dengan kualitas bersaing dengan briket (arang) kayu. Ada pula hasil sampingan berupa etanol yang bisa dijadikan bahan bakar organik hingga disinfektan. Briket durian yang diolah dengan pirolisis dianggap ramah lingkungan karena berasal dari limbah organik.
Melody mengaku sejak di bangku SMP sudah suka biologi. Baru di SMA kelas 10, pengajar di sekolahnya menawari dia untuk mencoba dunia penelitian. "Saya dianggap dapat menyelesaikan masalah sehingga beliau mengajak saya menggeluti dunia penelitian karena menjadi dasar seorang peneliti," ungkapnya via email kepada VIVAlife.
Gadis manis yang juga meraih Best Poster Design di Asia Pasific Conference of Young Scientist 2012 di Palangkaraya tersebut mengatakan dirinya tak terlalu dituntut untuk selalu belajar tapi lebih tergantung mood. Dia pun tak pernah memaksakan diri bila sedang bosan atau stres. "Kalau sedang stres saya berhenti sejenak dan melakukan hal-hal yang tak berkaitan sama sekali dengan belajar atau penelitian seperti menonton film, main musik dan chatting atau hangout. Menyegarkan otak deh intinya," ujar gadis 17 tahun tersebut.
Menurut Melody, serius meneliti tak membuatnya terkucil dari pergaulan. Dia malah memperoleh banyak teman dan bergaul. "Belajar bukan berarti menutup diri dari pergaulan. Banyak juga anak cerdas yang pandai bergaul," katanya.
Begitu pula bila targetnya menjadi juara dalam mengikuti lomba tak tercapai. Meski sedih dan kecewa, Melody mengaku tak ingin berlarut-larut apalagi tertekan. "Saya sudah melakukan yang terbaik tapi ada yang lebih baik daripada yang kita lakukan. Menurut saya kemenangan dalam sebuah perlombaan adalah bonus dari Tuhan.Yang lebih penting adalah apa yang kita dapatkan selama kita berproses."
Peran orangtua, keluarga, guru pembimbing punya arti banyak pada keberhasilannya. Orangtua memberi dukungan doa, material, dan menyemangatinya saat mengalami rasa jenuh. "Guru memberi pengetahuan dan teman-teman memberi semangat dan dukungan," katanya. (umi)
Baca juga:
Mencetak Juara, Hati-hati Rentan Stres
Via: Dari Hobi Makan Durian, Raih Emas Peneliti Muda Asia-Pasifik
0 Comment to "Dari Hobi Makan Durian, Raih Emas Peneliti Muda Asia-Pasifik"
Post a Comment