Monday, September 24, 2012

Studi: Anak Obesitas Sulit Bedakan Rasa

Anak dengan obesitas cenderung kesulitan menentukan rasa. (istockphoto)
Anak dengan obesitas cenderung kesulitan menentukan rasa. (istockphoto)

VIVAlife - Sebuah studi baru mengungkap bahwa anak yang kelebihan berat badan atau obesitas, memiliki kelemahan dengan indera pencecapnya. Ini yang menyebabkan anak cenderung mengonsumsi makanan berulang kali.

Dikutip dari laman Time, studi yang dilakukan seorang peneliti asal Jerman tersebut menunjukkan bahwa anak dengan obesitas cenderung memiliki sensitivitas indera pencecap lebih lemah dibandingkan anak dengan berat badan normal.

Studi melibatkan 193 anak dalam kondisi sehat usia 6-18 tahun. Sebagian memiliki berat badan normal, lainnya dengan obesitas. Semua diminta menjalani tes mengenai indera perasa, seperti manis, asam, asin, gurih, dan pahit. Setelah merasakan beberapa makanan dengan rasa berbeda-beda, mereka diminta mengisi kolom rasa.

Hasilnya, mayoritas anak dengan obesitas cenderung kesulitan menentukan rasa. Mereka sulit membedakan antara rasa manis, asam, asin, dan gurih. Sementara itu, anak dengan berat badan ideal cenderung lebih mudah mengidentifikasi rasa manis dan asin. Di mana, kemampuan ini membaik seiring perkembangan usia.

Lemahnya kemampuan pencecap itu membuat sensasi rasa lezat dan nikmat dari hidangan yang mereka makan tidak dapat terurai dengan baik. Anak dengan obesitas cenderung makan lebih banyak, karena menganggap semua makanan nikmat.

Studi dilakukan untuk menunjukkan kaitan antara sensitivitas rasa dan berat badan anak. Namun, studi tidak semata-mata menunjukkan bahwa anak-anak dengan rasa kurang sensitif rentan obesitas. Ada sejumlah faktor yang bisa memengaruhi seorang anak menjadi obesitas: gen, umur, jenis kelamin, dan fluktuasi hormon. (art)


Via: Studi: Anak Obesitas Sulit Bedakan Rasa

Share this

0 Comment to "Studi: Anak Obesitas Sulit Bedakan Rasa"

Post a Comment