Monday, September 24, 2012

Bulan Madu Romantis di Kota Solo

Candi Sukuh dengan pahatan lingga yoni di dindingnya. (Gonla.com)
Candi Sukuh dengan pahatan lingga yoni di dindingnya. (Gonla.com)

VIVAlife - Mendengar kata Solo, apa yang terbayang di benakpertama kali? Memang, kota kecil di Jawa Tengah ini akhir-akhir ramai diperbincangkan terutama soal politik. Namun, diluar itu, Solo memang menarik untuk dibicarakan terutama soal makanan dan tempat wisatanya.

Solo juga tidak jauh dari Jakarta. Hanya 40 menit via langit. Nah, untuk "meremajakan" cintasaya dan suami, kami sepakat untuk bulan madu romantis ke kota ini.Supaya mudah, saya memesan tiket dan hotel via www.gonla.com.Sekali klik dan transfer via ATM, tiket pesawat dan voucherhotel sudah ada di tangan.

Setiba di sana, sudah pasti kami harus berwisata kuliner.Nasi liwet, timlo, selat solo, tengkleng, wedangan, abonvaria, sampai toko Roti Orion sudah ada dalam daftar. Karenatiba sudah malam, Nasi liwet Wongso Lemu langsung jadisasaran. Di sepanjang Jalan Keprabon ini berderet penjualnasi liwet yang semuanya bermerek Wongso Lemu. Namun, sayahanya mencari warung dengan foto Bu Wongso Lemu yangterpajang di dinding warungnya. Inilah warung Wongso Lemuyang asli.

Nasi pulen yang hangat ditaruh di pincuk daun pisang. Diatasnya disertakan juga sayur lodeh labu siam, telur pindang,ayam opor, dan areh. Ditemani oleh kerupuk rambak. Hanya satukata saat sendok menyentuh lidah: gurih dan sedap!

Nasi liwet, makanan khas Solo - Gonla

Bukan hanya nasi liwet yang bikin kami berdua kangen Solo.Timlo Sastro di Jalan Pasar Gede Timur harus kami kunjungi juga. Hari Minggu usaijalan-jalan berbelanja oleh-oleh, kami makan siang di sini.Untung saja kami bergegas, karena terlambat sedikit, kami pasti tak kebagian timlo yang sudah buka sejaktahun 1952 ini.

Sepiring timlo tiba di meja. Isinya jeroan ayam, hati danampela ayam, telur ayam yang disemir hingga berwarnakecokelatan, potongan daging ayam, dan sosis Solo. Disiramkuah berwarna bening mirip seperti kuah sup. Makanya, banyakyang menjuluki timlo adalah gabungan antara sup dan soto.

Candi dengan Relief Syur di Gunung Lawu

Selain jalan-jalan di seputaran Kampung Laweyan melihat dan belanja batik, eksotisme Keraton Surakarta juga bikin kami jatuh cinta padaSolo. Keraton Surakarta dibangun oleh Sultan Pakubuwono IIpada tahun 1745. Keraton ini merupakan istana KerajaanMataram menyusul perjanjian Giyanti, perjanjian yang dibuatoleh VOC untuk memecah belah Kesultanan Solo dan Mangkunegaran. Pengaruh mistis masih kuat di seputaran Keraton ini.

Salah satunya, saya ditunjukkan oleh tour guide yangmengantar kami, sebuah menara di halaman depan Keraton yangdiyakini sebagai tempat pertemuan antara Sultan PakubuwonoII dan Ratu Laut Selatan, Nyi Roro Kidul. Berada di menara tersebut, saya seolah menangkap sosok penguasa Laut Selatan sedang bercengkrama dengan sang raja.

Keraton dengan tujuh pelataran dan tujuh gerbang ini jugamemajang beragam koleksi mereka. Seperti topeng, wayang,lukisan, patung tembaga, dan kereta kuda kerajaan. Juga benda-benda sakral seperti Kyai Rajamala, ukiran hiasanperahu kerajaan, dan Sumur Songo, dua buah sumur yang menyatuyang pernah digunakan oleh Pakubuwono IV untuk bermeditasi.

Keraton di Solo - Gonla

Sightseeing dilanjutkan menuju pinggiran Solo, yaitu ke daerah Gunung Lawu. Di perbatasan antara Kabuapten Karanganyar dan Magetan ini masih ada Candi Sukuh dan Cetho. Candi ini merupakan candi agama Hindu yang dibangun pada zaman kerajaan Majapahit di abad ke-15.

Candi Sukuh merupakan etalase perpaduan harmonis antara alam dengan tubuh manusia. Karenan itu, kadang oleh pengunjung yang tidak mempedulikan nilai di balik makna tersebut, Candi Sukuh dianggap sebagai candi cabul. Sedangkan Candi Cetho yang berjarak 5 kilometer dari Candi Sukuh, hingga kinimasih digunakan oleh pemeluk agama Hindu sebagai salah satu tempat untuk upacara keagamaan. Gapura dengan undakan tangga yang curam mengingatkan pada saya pada pura di Bali.


Via: Bulan Madu Romantis di Kota Solo

Share this

0 Comment to "Bulan Madu Romantis di Kota Solo"

Post a Comment