VIVAlife - Meski berada di depan layar komputer memiliki banyak dampak negatif untuk kesehatan, namun ternyata, aktivitas ini juga memiliki dampak positif.
Temuan baru mengungkap, menjadi pengguna komputer yang aktif mampu menurunkan risiko demensia hingga 40 persen. Hal ini tentu menjadi kabar baik, bagi Anda para pengguna komputer.
Adalah peneliti di University of Western Ausralia (UWA) yang mengungkap hasil penelitian ini. Studi ini dilakukan karena bermula dari kekhawatiran, akan semakin banyak orang di dunia mengalami penurunan kognitif dan masalah demensia atau melemahnya daya ingat. Diperkirakan jumlah penderita demensia itu bisa mencapai 50 juta pada tahun 2025.
Untuk itu, Osvaldo Almeida seorang profesor di University of Western Australia (UWA) bersama rekan-rekannya tergerak melakukan sebuah studi selama lebih dari delapan tahun dengan melibatkan 5.000 pria berusia 65-85 tahun.
"Jika temuan kami benar, diharapkan, peningkatan jumlah kasus demensia selama 40 tahun ke depan mungkin tidak sedramatis saat ini," tambah Almeida, yang juga direktur penelitian di Pusat UWA-afiliasi untuk Kesehatan dan Penuaan, seperti dilaporkan jurnal Public Library of Science ONE seperti dikutip laman Times of India, Jumat, 14 September 2012.
Beberapa gejala awal demensia bisa saja terjadi pada siapa saja. Gejala awal yang timbul bisa seperti melupakan nama dan janji, kehilangan sesuatu, kesulitan melakukan tugas-tugas yang biasa dilakukan seperti mengemudi, mengelola keuangan pribadi, perubahan suasana hati dengan marah, paranoia dan kecurigaan.
Almeida mengatakan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa aktivitas kognitif merangsang penurunan risiko demensia. Dan dalam penelitiannya ada sedikit bukti, bahwa penggunaan komputer selama bertahun-tahun mungkin dapat menurunkan risiko
"Jadi itu membuat kami berpikir, dengan kepemilikan komputer pribadi terus meningkat, itu bisa membuat perbedaan. Kami menemukan bahwa hal itu memiliki manfaat yang signifikan," katanya.
Para peneliti menemukan, bahwa risiko demensia adalah sekitar 30-40 persen lebih rendah di antara pengguna komputer lebih tua daripada non-pengguna. Namun, temuan mereka ini, lanjut Almeida, tidak bisa dikaitkan dengan usia, pendidikan, isolasi sosial, depresi, kesehatan secara keseluruhan atau gangguan kognitif.
Mereka juga menemukan, pengguna komputer yang lebih muda dari non-pengguna, setidaknya berusia 17 tahun, memiliki jaringan sosial yang lebih aktif dan kurang mungkin untuk menunjukkan bukti depresi atau kesehatan fisik yang buruk.
Untuk itu para lansia juga didorong untuk menjadi pengguna komputer yang aktif dan bijak agar risiko demensia bisa sedikit diredam. Namun meski begitu, mereka para lansia juga tetap disarankan melakukan gaya hidup sehat dan seimbang untuk menunjang kesehatan mereka secara menyeluruh. (umi)
Via: Komputer Turunkan Risiko Pikun
0 Comment to "Komputer Turunkan Risiko Pikun"
Post a Comment