Menyantap Satai dengan Jeruji Besi
VIVAlife - Tusuk satainya bukan lidi atau bambu melainkanbekas jeruji sepeda. Sensasi ini yang bikin tamu seolahdatang tak henti ke warung satai kambing Pak Pong di timurstadion Sultan Agung, Imogiri, Yogyakarta.
Satai Pak Pong ini lebih beken disebut sebagai Sate Klatak.Tak ada yang tahu apa sebenarnya arti dari Sate Klatak ini.Ada yang menyebut kalau klatak berasal dari suara jatuhnyajeruji sepeda ontel yang menjadi tusuk satai. Ada juga yangmenebak, klatak ini adalah suara ketika daging kambingdibakar di tungku.
Atau menurut satu sumber, klatak artinyabuah melinjo. Konon, saat kecil, ia punya kebiasaan bermainmencari buah melinjo yang lalu digunakan sebagai peluruketapel untuk berburu burung. Setelah berhasil diketapel,burung, burung lalu dibakar dan dimakan beramai-ramai. Merekamemilih membakar dengan jeruji sepeda. Tujuannya, agar tahanlama dipanggang di atas bara. Namun, apapun namanya, kelezatansatai kambing ini yang bikin masyhur dan membuat pengunjungrela datang lagi dan lagi.
Saat itu, saya bersama 9 kawan sengaja datang untuk menyantapsatai kambing beken ini. Di muka warung, tampak pangganganyang seolah tak henti membakar satai. Juga anglo dengan arang yang terus digunakan untuk memasak tongseng dan tengkleng. Begitu pun denganpekerja yang sedang memotong-motong paha kambing dan jeroanserta menusukkannya ke klatak.
Setelah memesan satai, tongseng, dan tengkleng, tamu harussabar menunggu sajian diantarkan ke meja. Tak ada salahnyauntuk menyesap teh hangat dengan pemanis dari gula batu alaYogya ini. Kenapa karena bentuk gulanya sedikit mirip gulabatu, dengan warna yang kekuningan. Gula ini merupakan sisa-sisa kerokan pembuatan gula pasir yang pabriknya tersebar disekitar tempat ini.
Saat tiba di meja, ukuran satai klatak ini gendut-gendut.Walaupun terlihat kering dan minimalis oleh bumbu, saatdicicipi terasa dagingnya yang empuk. Tak melawan saatdigigit. Meski masih tersisa sedikit bau prengusnya, namunhal itu justru yang jadi bumbu kelezatannya. Terlebih saatdikucuri kecap bertabur cabai rawit dan bawang. Hmmm...sedap!
Sama halnya saat menyantap tongseng dan tengkleng. Keduanyasama-sama berbumbu gulai, hanya tengkleng adalah bagian daritulang kambing dan lebih kering, sedangkan tongseng adalahdaging kambing dengan lemak yang berkuah banyak. Jika suka,tamu juga bisa meminta pepes otak kambing untuk dibuatmenjadi tongseng.
Kenyang menyantap semua hidangan, harga keseluruhan yangharus dibayar hanya Rp178.000. Bayangkan untuk 7 porsi nasi,40 tusuk satai, 4 porsi tongseng, 3 porsi tengkleng, danminuman.
Alamat: Jl. Raya Imogiri Timur Km 10, Sebelah Timur StadionSultan Agung, Yogyakarta.
Jam buka: 11.00 - 22.00 WIB
Harga: SekitarRp20.000 per orang, sudah termasuk nasi, satai,tengkleng, tongseng, dan minuman.
Jika Anda punya pengalaman wisata kuliner saat mudik, sharepengalaman Anda bersama kami. Ikuti @VIVAlife_ dan dapatkan hadiah vouchermakan di restoran hotel bintang 5 di Jakarta.
Via: Menyantap Satai dengan Jeruji Besi
0 Comment to "Menyantap Satai dengan Jeruji Besi"
Post a Comment