VIVAnews - Usianya masih 45 tahun saat Muchtar Alamsyah menghembuskan napas terakhir. Pria yang sohor dengan sapaan Chef Tatang itu mengalami serangan jantung.
Kepergiannya yang mendadak jelas membuat keluarga dan sejumlah sahabat terkejut. Mengingat Chef Tatang selama ini cukup dikenal baik sebagai seorang koki yang andal mengolah makanan sehat.
Dalam sejumlah acara kuliner, ia kerap mengingatkan pentingnya pengolahan makanan yang baik dan sehat. Ia aktif mengampanyekan memasak makanan sehat dengan bahan-bahan alami dari petani lokal. Mempromosikan keseimbangan nikmatnya makan dan gaya hidup.
Mengaplikasikan standar pengolahan makanan seperti di restoran hotel berbintang pun menjadi fokusnya. Ia ingin kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah candu kuliner nikmat.
"Kalau di hotel, chef harus memakai sarung tangan, pakaian yang bersih. Kondisi dapur dan alat-alatnya juga harus bersih. Standar ini juga sebaiknya diterapkan di rumah-rumah," katanya, di suatu acara akhir tahun lalu.
Koki yang sempat belajar teknik memasak sehat di Culinary Institute of America ini pun sempat memberikan tips memasak sehat untuk pembaca VIVAnews.
1. Temperatur
Pastikan dapur Anda memiliki temperatur udara yang benar dan sesuai dengan standar temperatur ruangan. Hal ini dilakukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri di dapur karena bakteri akan mudah berkembang biak di suhu tinggi sekitar 60 derajat celcius.
2. Aliran udara
Karena kelembaban di Indonesia sangat tinggi, pastikan dapur Anda memiliki saluran udara yang memungkinkan udara masuk dan ke luar dengan baik.
3. Saluran pembuangan air
Air di dapur digunakan untuk mencuci bahan makanan dan alat-alat memasak. Jika saluran pembuangan air terganggu, tentu akan menjadi media yang baik untuk berkembangnya bakteri.
4. Alat-alat memasak
Selalu pastikan Anda menggunakan alat-alat memasak yang bersih.
5. Kompor
Kebersihan kompor juga harus dijaga. Percikan bumbu pada kompor harus segera dibersihkan karena ketika percikan-percikan tersebut menebal akan menjadi media yang baik untuk berkembangnya bakteri. "Belum lagi,
hal tersebut akan menarik munculnya kecoa dan semut," ujarnya.
6. Cuci sayuran
Selalu mencuci sayuran di bawah air yang mengalir agar kotoran-kotoran pada sayur terbawa aliran air dan tidak mengendap di sayur yang hendak diolah.
7. Mengolah makanan beku
Pada saat mencairkan makanan beku juga jangan langsung direndam ke dalam air. Sebaiknya, sehari sebelum memasak makanan beku tersebut terlebih dahulu dipindahkan dari freezer ke kulkas biasa sehingga ketika hendak mengolahnya bisa langsung digunakan.
Cara cepatnya, masukan makanan beku tersebut ke dalam wadah tertutup, lalu taruh di dalam air yang mengalir. Hal ini untuk mencegah adanya kontaminasi dari bakteri.
8. Penggunaan air
Pastikan selalu menggunakan air yang bersih dan mendidih.
9. Mengolah ikan, ayam, daging
Jika Anda ingin mengolah ikan yang sudah Anda beli sehari sebelumnya, pastikan ikan tersebut sudah Anda bersihkan dari insangnya dan tersimpan di wadah tertutup di dalam freezer. Pastikan pula air bekas cuci tidak terbawa ketika hendak disimpan. "Lebih baik disimpan dalam keadaan sudah dibumbui," ujarnya.
Ikan yang disimpan bisa tahan hingga 3 hari. Masaklah semua ikan yang Anda simpan dalam waktu yang sama, jangan menyimpannya kembali.
10. Mengolah sayur
Pilihlah sayuran yang masih segar. Jika perlu beli sayuran sesaat sebelum memasak. Namun, jika hendak dimasak keesokan hari, pastikan sayuran disimpan di wadah tertutup dengan suhu yang benar di dalam kulkas. Jangan biarkan tersimpan di luar dalam keadaan terbuka.
11. Tempat belanja
Belanja bahan makanan pun memengaruhi kebersihan dan kesehatan makanan yang Anda masak. Karenanya, pastikan Anda selalu berbelanja di tempat yang bersih, jauh dari tempat sampah, dan berada di suhu ruangan yang sesuai.
12. Kebersihan dapur
Biasakan untuk selalu menjaga kebersihan dapur dengan selalu membersihkannya setelah memasak.
13. Tempat memasak
Pastikan Anda memasak di tempat yang jauh dari tempat sampah.
14. Perhatikan kesehatan dan kebersihan tubuh
Pastikan kebersihan dari pakaian yang digunakan hingga kuku tangan. "Kalau perlu gunakan sarung tangan." (umi)
0 Comment to "Mengenang Chef Tatang Si Koki Makanan Sehat"
Post a Comment