Demonstrasi anti aborsi (REUTERS)
Demonstrasi anti aborsi (REUTERS)
Kalau diakumulasikan setiap tahun ada sekitar 20 juta wanita yang mempertaruhkan hidup demi menjalani aborsi. Miris, tindakan menggugurkan kandungan tersebut terbilang tidak aman, lantaran ditangani oleh dukun yang masih menggunakan cara tradisional dan belum sempurna. Akibatnya, angka kematian meningkat.
Dari laporan TIME seperti diberitakan world time, India adalah negara dengan populasi orang muda tertinggi di dunia. Masalah aborsi di India juga terbilang akut. Tahun lalu ada 620.472 dilaporkan terjadi kasus aborsi. Dua pertiga atau sekitar 400 ribu juta jiwa aborsi di tempat yang minim fasilitas kesehatan.
Akibatnya setiap dua jam sekali, ada satu wanita meninggal karena aborsi yang dilakukan dengan cara yang tak memenuhi standar. Bukan hanya masalah praktisi yang tak berkompeten. Ini juga berkaitan dengan minimnya infrastruktur dan fasilitas di klinik pemerintahan.
Bangunan klinik di beberapa titik pedesaan yang hanya rangka batu, atap dari seng, dan pasokan listrik yang tak menentu. Wanita yang akan diaborsi hanya berbaring di tandu tua, tak ada tempat tidur. Mereka akan tidur di kamar gelap, dengan lantai bersimbah darah.
Kurang Edukasi
Hukum aborsi di India memang legal. Namun sayang, jamak kesalahpahaman terjadi menyoal 'kode etik' ini. Menurut Aparajita Gogoi, Kepala Operasi India dari kerja non profit perempuan di negara berkembang mengatakan, kasus aborsi masih terjadi karena kurangnya informasi tentang pelayanan (aborsi) yang melemahkan pihak wanita dan keluarga.
Katanya, dokter kerap menolak wanita lajang yang akan aborsi (karena tindakan pemerkosaan) meskipun hal tersebut diperbolehkan dalam hukum. Ada pula kasus remaja (rata-rata berusia 17 tahun) yang hamil di luar nikah. Klasik. Alasannya karena takut dikucilkan oleh lingkungannya.
Ternyata aborsi juga banyak terjadi pada wanita yang sudah menikah. Alasan ekonomi melatarbelakangi tindakan mereka dan tak ingin memiliki anak lagi. Umumnya mereka yang menikah tak pernah menggunakan kontrasepsi. Rata-rata mereka (termasuk orang muda) malu membeli alat kontrasepsi. Meski mereka tahu kegunaan dari alat pencegah kehamilan tersebut.
"Hanya sedikit yang tahu ada alat pencegah kehamilan seperti kondom, IUD, dan kontrasepsi oral, serta kontrasepsi darurat," kata peneliti senior dari Dr Gilda Sedgh, ScD, Institut Guttmacher.
Padahal dengan menggunakan alat kontrasepsi, dapat mencegah kematian wanita atau ibu di seluruh dunia. Berdasarkan sebuah studi tahun lalu, diperkirakan ada 272 ribu berhasil dicegah dengan alat kontrasepsi. Begitu pula dengan India yang berhasil mencegah kematian hingga 50 persen, dalam kelompok usia 19 sampai 24 tahun. (adi)
Via: Tiap 2 Jam, Wanita di India Meninggal Akibat Aborsi
0 Comment to "Tiap 2 Jam, Wanita di India Meninggal Akibat Aborsi"
Post a Comment