Wednesday, July 24, 2013

Studi: Sarapan Pagi Tekan Risiko Sakit Jantung

Sarapan pagi bisa tekan risiko terkena sakit jantung.
Sarapan pagi bisa tekan risiko terkena sakit jantung.
VIVAlife - Kesibukan di pagi hari membuat tak sedikit orang melewatkan sarapan. Padahal, sarapan pagi bisa menekan risiko seseorang terkena penyakit jantung.

Menurut penelitian yang dipublikasikan jurnal Circulation, terdapat keterkaitan antara sering melewatkan sarapan pagi dengan risiko tinggi terkena serangan jantung atau penyakit jantung yang fatal.

"Melewatkan sarapan bisa menyebabkan satu atau lebih faktor risiko, termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, yang pada gilirannya menyebabkan serangan jantung," ujar salah seorang peneliti dari Departemen Nutrisi Harvard School of Public Health seperti dilansir laman Huffingtonpost.

Dalam studinya, para peneliti memeriksa kuesioner tentang frekuensi makanan yang dikonsumsi selama periode 16 tahun, pada 26.903 pria berusia 45-82 tahun. Selama periode itu, 1.572 pria mengalami masalah jantung untuk pertama kali.

Para peneliti pun menemukan hubungan antara melewatkan sarapan dengan 27 persen risiko tinggi meninggal karena penyanyit jantung koroner atau serangan jantung. Hasil ini sudah termasuk memperhitungkan faktor risiko jantung lainnya, seperti aktivitas menetap, olahraga, tidur, konsumsi alkohol, status merokok, diet, indeks massa tubuh, dan riwayat kesehatan.

Studi juga mengungkap adanya keterkaitan antara waktu makan dengan penyakit jantung. Secara spesifik, para peneliti menemukan bahwa mereka yang makan tepat sebelum tidur di malam hari memiliki risiko 55 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.
Via: Studi: Sarapan Pagi Tekan Risiko Sakit Jantung

Share this

0 Comment to "Studi: Sarapan Pagi Tekan Risiko Sakit Jantung"

Post a Comment