Petang Megang di Sungai Siak.
Petang Megang di Sungai Siak.
VIVAlife - Meski sudah memasuki minggu kedua Ramadan, kisah menyambutannya tetap menjadi cerita hangat. Berbagai ritual pun sudah dilakukan masyarakat di berbagai daerah. Seperti halnya di Pekanbaru.
Kota bertuah ini memiliki petang megang, ritual penyambutan Ramadan yang diadaptasi dari budaya Melayu. Kegiatan petang megang dipusatkan di pinggiran Sungai Siak yang membelah kota.
Soal antusiasme warga, jangan ditanya. Beberapa jam sebelum acara dimulai saja, orang-orang sudah bersiap di sekitar Jembatan Siak. Menenteng rebana, lengkap dengan pakaian teluk belanga yang menambah kesakralan acara.
Petang megang sendiri awalnya merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Melayu. Berupa mandi dengan wangi-wangian, semisal air limau. Karena itu tradisi ini juga kerap disebut dengan petang balimau. Maknanya: membersihkan diri dari segala macam kotoran, baik yang menempel dalam raga maupun jiwa.
Konsep pembersihan diri ini sebenarnya juga kerap ditemui di jawa Tengah. Di Klaten misalnya. Masyarakat menyebutnya sebagai padusan. Diambil dari kata adus yang berarti mandi.
Padusan versi Pekanbaru ini digelar dengan cukup semarak. Sebelum acara inti, warga melakukan ziarah makam pendiri Pekanbaru di Senapelan. Rangkaian acara dilanjutkan dengan hiburan seperti persembahan tari-tarian dan lagu-lagu melayu hingga lomba menangkap itik.
Gelaran petang megangyang dilaksanakan setiap tahun ini sekaligus sebagai upaya pelestarian tradisi temurun masyarakat Melayu.
Oleh: dansapar
***
Artikel ini diikut sertakan dalam Lomba Tulis Ramadan Unik kanal U-Report berhadiah gadget. Kirimkan juga tulisan tentang tradisi Ramadan di daerah Anda melalui link berikut.
Via: Petang Megang, Ritual Pembersihan Jiwa Khas Melayu
0 Comment to "Petang Megang, Ritual Pembersihan Jiwa Khas Melayu"
Post a Comment