VIVAlife - Nyawa memang harus diperjuangkan. Hingga tarikan nafas benar-benar sudah. Satu desahan bisa berarti hidup. Dan kita bisa menyaksikan perjuangan itu pada wanita muda ini. Rowena Buxton Henderson. Setinggi 182 cm tapi berat tubuhnya kalau dikilo cuma 31,7. Silahkan membayangkan seberapa garing tubuh wanita ini.
Tentu tak ada paras kecantikan. Lengan tinggal tulang. Semua tulang rusuk terlihat berbaris. Dan tulang punggung menjura dari atas ke bawah. Tapi itu dulu, sebab kini tubuhnya sudah berisi. Melihat penampilannya, susahlah mengira bahwa wanita yang terlihat cantik ini pernah didera anoreksia, penyakit gangguan pola makan bertahun lamanya.
Seperti dilansir laman Daily Mail, gangguan pola makan tersebut dimulai saat Rowena berusia 13 tahun. Ketika itu, seorang perawat di sekolah menimbang berat badan Rowena. Perawat tersebut lantas mengatakan kepada Rowena bahwa gadis asal Nottingham itu obesitas dan harus menurunkan berat badan.
Tak dinyana, ucapan sang perawat ternyata menimbulkan efek luar biasa. Rowena mengalami trauma sehingga ia takut untuk makan. Akibatnya, Rowena menghabiskan sebagian besar masa remajanya keluar masuk rumah sakit. Ia bahkan harus diresusitasi setelah berhenti bernapas. Dengan tinggi sekitar 182 centimeter, berat badan Rowena hanya sekitar 31,7 kilogram.
Kondisinya ini membuat sang ibunda, Carolann Henderson, mulai mempersiapkan kematian Rowena. Menurut Carolann, ia beberapa kali mendapatkan telepon dari rumah sakit yang mengabarkan bahwa sang putri tercinta tidak akan sanggup bertahan hingga esok hari.
"Saya mengunjungi beberapa rumah pemakaman karena saya pikir dia sekarat ketika ia berusia 16 atau 17 tahun dan itu merupakan kondisi terburuknya," ujar Carolann.
Ketika berusia 16 tahun, Rowena dirawat di unit spesialis gangguan pola makan di Northampton, selama tujuh bulan. Di sana, ia diberi makan melalu tabung. Namun, Rowena selalu mengeluarkan makanan tersebut dari tubuhnya karena takut berat badannya naik. Sampai pada satu titik, Rowena akhirnya tersadar bahwa ia harus makan agar berat badannya bisa naik.
"Berat badan terendah saya adalah ketika berusia 18 atau 19 tahun. Saat itu berat badan saya turun hingga di bawah 38 kilogram dan saya tahu saya harus mulai makan," kata Rowena.
Setelah melalui perjuangan selama bertahun-tahun, Rowena berhasil sembuh dari gangguan pola makan. Di usianya yang ke-26 tahun, Rowena berhasil meraih gelar master di bidang obat kimia dari University of Manchester.
"Saya kehilangan tahun paling berharga saya dengan keluarga dan teman-teman," ujar Rowena yang kini memiliki berat badan 57,1 kilogram.
Setelah kesehatannya membaik, Rowena mulai menempuh pendidikan di University of Manchester sekitar lima tahaun lalu. Sebelum kuliah, ia harus menjalani program Foundation Year karena absen sekolah selama dua tahun akibat dirawat di rumah sakit.
"Saya berharap bisa bekerja di forensik atau desain obat. Selama saya bisa membantu orang dalam sejumlah cara, itu akan menyenangkan," katanya.
Via: Kisah Rowena Sembuh dari Anoreksia, Ibunya Sudah Pesan Makam
0 Comment to "Kisah Rowena Sembuh dari Anoreksia, Ibunya Sudah Pesan Makam"
Post a Comment