Monday, June 17, 2013

Tren Menjilat Bola Mata di Jepang Picu Kebutaan

Tren menjilat bola mata di kalangan remaja Jepang
Tren menjilat bola mata di kalangan remaja Jepang
VIVAlife -Dua tahun lalu, di kalangan anak muda Jepang telah berkembang tren gigi bertaring. Kemudian tren benjolan di dahi, dan celana dalam di wajah. Kini, berkembang lagi tren terbaru, menjilati bola mata.

Dikenal sebagai oculonlinctus, sebuah cara yang digunakan untuk mengungkapkan rasa sayang kepada pasangan. Bukan hanya itu, cara ini kerap dijadikan pemantik gairah seksual di kalangan anak muda di Jepang.

Tren ini ternyata terinspirasi dari videoklip 'Spiral Lie' sebuah band metal 'Born' asal Jepang. Melansir Medical News Today, diketahui sepertiga remaja berusia 12 tahun melakukan oculolinctus. Namun ternyata tindakan tersebut justru dianggap berbahaya oleh para dokter, karena dapat menyebabkan risiko penularan virus, infeksi mata, bahkan kebutaan.

Ketika lidah terkontak langsung dengan mata, maka semua jenis infeksi dapat tertular ke mata. Dokter Spesialis Mata, David Granet, MD, mengatakan, tidak ada efek positif pada tindakan ini. Justru tonjolan pada lidah dapat menyebabkan abrasi kornea.

Bukan hanya itu mereka yang menjilati bola mata memiliki penyakit herpes, berisiko menularkan penyakit tersebut melalui oculolinctus. Dalam International Science Times, juru bicara American Academy of Ophthalmology, Dr Philip Rizzuto juga mengatakan dapat berpotensi kebutaan.

"Bakteri dalam mulut tak seperti bakteri dalam bola mata. Itulah sebabnya kami sangat tidak merekomendasikan seseorang menjilati bola mata, walau hanya untuk melembabkan," jelas Rizzuto.

Apalagi individu yang melakukan oculolictus menderita halitosis atau bau mulut. Penularan sejumlah bakteri berbahaya berkemungkinan diserap baik oleh mata, sehingga menyebabkan infeksi yang cukup serius.


Via: Tren Menjilat Bola Mata di Jepang Picu Kebutaan

Share this

0 Comment to "Tren Menjilat Bola Mata di Jepang Picu Kebutaan"

Post a Comment