VIVAlife Dewasa ini, bidang kedokteran semakin berkembang pesat. Berbagai penemuan penting dihasilkan oleh para ilmuwan. Salah satunya adalah kerusakan proses alamiah kematian sel (apoptosis) sebagai langkah penting menuju terapi kanker yang efektif.
Dalam seminar di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Presiden Australian Academy of Science, Profesor Suzanne Cory, memberikan gambaran tentang bagaimana memahami saklar kehidupan atau kematian sel yang mengarah ke kelas baru obat yang dapat membantu pengobatan berbagai jenis kanker.
Selama 30 tahun terakhir, kita telah menyaksikan sebuah revolusi dalam pemahaman kita tentang kecelakaan genetik yang berkontribusi terhadap perkembangan kanker. Memahami kematian sel adalah kunci untuk mengobati berbagai jenis kanker, ujar Profesor Cory.
Cory menjelaskan, kanker merupakan suatu penyakit dari gen. Ini karena kehidupan dan kematian sel diatur oleh gen. Dengan kata lain ketika gen terganggu, ia tak akan mampu mengontrol sel hidup dan sel mati sehingga sel menjadi tak seimbang.
Oleh karena itu, melalui penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 1998 oleh Profesor Cory, sel-sel tersebut akan diubah menjadi salah satu jenis obat baru untuk mengobati berbagai jenis kanker yang fungsinya sebagai pengontrol. Artinya akan diciptakan molekul sintetis atau buatan.
Diakui Cory, pengobatan ini cukup menjanjikan suatu hari nanti, karena dapat meningkatkan kualitas hidup para penderita kanker. Namun hingga saat ini, pengobatan tersebut masih dalam tahap experimental animal (tikus).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Profesor Sangkot Marzuki menambahkan, molekul akan menghadang sel kanker sehingga tidak terjadi mutasi sel dan terjadi proses regenerasi sel yang berjalan normal. (umi)
Via: Dikembangkan, Molekul Anti-Kanker
0 Comment to "Dikembangkan, Molekul Anti-Kanker"
Post a Comment