VIVAlife - Studi terbaru kembali memperlihatkan keterkaitan antara operasi caesar dengan obesitas pada anak dan remaja. Berdasarkan studi yang diterbitkan International Journal of Obesity, semakin banyak bayi lahir caesar tumbuh menjadi anak-anak dan remaja gemuk.
Anak berusia 11 tahun yang lahir lewat caesar misalnya, 83 persen mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan mereka yang lahir normal. Para ilmuwan melakukan penelitian terhadap sekitar 10.000 bayi di Avon, Inggris yang lahir pada tahun 1991-1992, dan memantaunya hingga usia 15 tahun. Dari angka tersebut, hanya 9,06 persen bayi yang lahir lewat bedah caesar.
Hasilnya, bobot bayi yang lahir caesar lebih rendah ketimbang lahir normal. Namun pada usia enam pekan, bayi yang lahir caesar secara konsisten lebih berat. Keterkaitan ini bahkan lebih kuat pada bayi yang lahir dari ibu dengan bobot tubuh berlebih.
Menurut ketua penelitian dari New York University School of Medicine, Dr. Jan Blustein, tingkat risiko obesitas pada anak sebaiknya tidak berperan penting terhadap wanita yang memang membutuhkan caesar karena alasan medis. Namun, bagi wanita yang melakukan caesar karena pilihan barangkali harus mengetahui risiko-risiko tersebut.
Seperti dilansir kantor berita Reuters, Blustein menyatakan, penelitiannya tidak dapat membuktikan apakah operasi caesar itu sendiri merupakan penyebab beberapa bayi cenderung mengalami penambahan berat badan. Tapi mungkin ada faktor yang tidak terukur lainnya yang bisa membantu menjelaskan hubungan antara seluruh metode persalinan dengan berat badan anak.
Hal ini tentu bukan kata terakhir, ujarnya.
Di sisi lain, penelitian ini sejalan dengan studi yang dilakukan ilmuwan Peking University Health Science Center, China, pada tahun 2012 lalu. Dalam studinya, anak-anak yang lahir lewat caesar cenderung tumbuh menjadi gemuk atau obesitas dibandingkan mereka yang lahir normal. (eh)
Via: Studi: Caesar Terkait dengan Obesitas pada Anak
0 Comment to "Studi: Caesar Terkait dengan Obesitas pada Anak"
Post a Comment