Saturday, April 13, 2013

Mahasiswa UGM Ciptakan Nugget Belalang Kaya Protein

Ilustrasi nugget.
Ilustrasi nugget.

VIVAlife - Bagi masyarakat perkotaan, makanan yang terbuat dari jenis serangga kerap dianggap ekstrem. Namun di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serangga seperti belalang yang hidup di pohon-pohon hutan sudah menjadi camilan sekaligus lauk sehari-hari warga setempat.

Belalang yang hidup menempel pada batang atau daun selalu tersedia sepanjang musim. Bahkan, di musim hujan masyarakat masih menemukan belalang tersebut. Biasanya belalang digoreng dan ditambah rasa manis, pedas atau hanya sekadar diberi bumbu bawang putih serta garam.

Di samping memiliki kandungan protein yang cukup, rasa gurih belalang membuat camilan ini diburu oleh wisatawan yang datang ke Gunungkidul. Untuk meningkatkan nilai jual produk belalang, salah seorang mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian dan Biosistem UGM angkatan 2010, Ridho Andika Putra mencoba mengolah belalang kayu atau dalam bahasa latinnya valanga nigricornis menjadi nugget.

Masyarakat atau konsumen akan lebih tertarik lagi untuk mengonsumsi makanan dari belalang kayu yang telah diolah menjadi nugget karena olahan belalang kayu selama ini hanya digoreng dengan tektur yang masih kasar, katanya saat ditemui di Fakultas Teknologi Pertanian, UGM, Yogyakarta, Jumat, 12 April 2013.

Ridho menuturkan, belalang nugget buatannya merupakan pengembangan diversifikasi pangan lokal yang tidak tergantung impor. Produk olahan inipun diharapkan bisa membantu ketercukupan konsumsi protein di tengah masyarakat.

Sebagai sumber makanan yang kaya protein, belalang nugget diharapkan membantu asupan gizi untuk masyarakat miskin karena harganya yang terjangkau, ujarnya.

Menurut Ridho, proses pembuatan belalang nugget tidak terlalu rumit. Pertama, belalang dibersihkan dan dikukus setengah matang. Setelah dikukus, belalang digiling kasar dan dicampur dengan bumbu yang telah dihaluskan. Bumbu-bumbu tersebut terdiri dari bawang putih, lada garam, penyedap rasa, tepung sagu, air, dan telur.

Belalang giling yang telah dicampur dengan bumbu lantas dicetak dalam loyang dan dikukus selama 15 menit. Setelah itu adonan ditiriskan dan dipotong segi empat. Kemudian potongan adonan dilapisi dengan putih telur dan tepung panir.
Setelah itu digoreng dan jadilah produk belalang nugget, katanya.

Motivasi Ridho Andika membuat produk belalang nugget yang mendapat dana dari Dikti untuk Progam Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2013 ini adalah untuk memenuhi ketercukupan protein bagi masyarakat miskin.

"Peningkatan konsumsi protein perlu digalakkan dan untuk dapat mencukupi asupan protein masyarakat miskin salah satunya dengan melalui penganekaragaman pangan berprotein tinggi, ujarnya. (umi)


Via: Mahasiswa UGM Ciptakan Nugget Belalang Kaya Protein

Share this

0 Comment to "Mahasiswa UGM Ciptakan Nugget Belalang Kaya Protein"

Post a Comment