Sajian sushi (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
Sajian sushi (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
Kenikmatan makanan Jepang satu ini memang sangat terkenal. Tapi, jika sushi dikategorikan sebagai makanan sehat untuk diet, sebaiknya Anda pikir-pikir lagi. Sushi yang saat ini tersaji di berbagai restoran, lebih banyak merupakan menu fusion atau pengembangan. Jauh dari bahan aslinya yang alami.
Rachel Beller dalam buku "In her book Eat To Lose, Eat To Win", mengungkap kalau sushi yang saat ini disajikan di berbagai restoran cenderung mengandung kalori dan karbohidrat tinggi.
"Sushi roll rata-rata mengandung 290 hingga 350 kalori, karbohidratnya sama dengan dua setengah porsi roti," ujar Beller, dikutip dari Daily Mail.
Contohnya California roll, yang merupakan perpaduan potongan ikan, avokad, nasi Jepang, dan mayonnaise. Sushi tersebut kalorinya sama dengan dua porsi sandwich yang berisi crab stick, yaitu ikan yang diproses dan diberi warna serta perasa, sehingga rasanya mirip kepiting.
Jika Anda ingin memenuhi kebutuhan protein sehat dan menjaga bobot tubuh, menu sashimi jadi pilihan yang lebih baik. Dibanding sushi, irisan ikan segarnya lebih besar. Karbohidratnya juga lebih sedikit.
Banyak juga yang tidak tahu kalau nasi yang digunakan untuk sushi melewati serangkaian proses rumit. Proses tersebut menyebakan vitamin dan mineralnya hilang. Beras untuk sushi juga tak hanya dimasak dengan air, tapi juga ditambahkan gula serta cuka untuk membuat rasanya jadi lebih nikmat.
Jadi, hati-hati terjebak dengan label sehat pada sushi. Bisa jadi kalori dalam sushi dan karbohidratnya sangat tinggi. Untuk yang berdiet, menu sushi dan sashimi yang orisinal merupakan pilihan paling tepat. (art)
Via: Sajian Sushi Bisa Bikin Gendut
0 Comment to "Sajian Sushi Bisa Bikin Gendut"
Post a Comment