Tas dari kulit ular.
Tas dari kulit ular.
VIVAlife - Penampakannya lebih ekslusif dari tas biasa saat dipamerkan di etalase pertokoan. Begitu juga saat Anda menentengnya. Tas dari bahan kulit ular. Tas ini demikian menjamur, mengikuti pendahulunya, tas dari kulit buaya. Terlebih saat motif piton menjadi bagian dari pernak-pernik fashion week berskala internasional.
Tidak perlu jauh-jauh memburu tas-tas ini ke luar negeri. Kapetakan, sebuah kecamatan kecil di daerah Cirebon menjadi gudang tas kulit ular ini. Salah satu pabrik di sana menghasilkan ratusan meter kulit ular setiap harinya untuk dipasok ke daerah Jawa Tengah, Jawa Barat dan beberapa negara luar.
Kapetakan memiliki industri kecil yang menyulap kulit tersebut menjadi tas, dompet, sepatu, ikat pinggang, dan berbagai aksesoris fesyen kainnya. Harga tasnya tentu jauh lebih murah. Berkisar Rp150.000 hingga Rp300.000 tergantung ukuran. Tas asal Kapetakan juga merhasil menyeberang ke dunia Barat dengan harga mencapai 2.500 atau sekitar Rp37 juta.
Sebagian penduduknya berprofesi sebagai pemburu ular. Dari tangan mereka tercipta kulit ular siap pakai. Pekerjaan ini tergolong rumit. Mereka berburu setiap hari, lalu menguliti hewan reptil ini.
Kulit ular ini ditempatkan di papan untuk dikeringgan menggunakan oven. Mereka juga melakukan pewarnaan dengan mencelupkan lembaran kulit ular ini ke cairan khusus dengan formula anti luntur.
Setidaknya, desa ini ikut menyumbangkan bahan kulit ular untuk industri fesyen dunia. Dilansir Amusing Planet, Jerman merupakan produsen kulit ular terbesar, disusul Perancis. Sementara Amerika Serikat menyumbang sekitar 50 persen dari pasar ekspor Italia, dan Jepang sebesar 35 persen. (ren)
Via: Menyulap Kulit Ular Menjadi Tas Mewah
0 Comment to "Menyulap Kulit Ular Menjadi Tas Mewah"
Post a Comment