VIVAlife - Jason Stevens sadar bahwa tubuh langsing bukan semata soal estetika. Ketakutan mati muda menyergap. Mendorong pria 34 tahun itu berjuang keras menurunkan berat badan yang telah menyentuh 322 kilogram.
Stevens sungguh merasakan derita obesitas. Timbunan lemak tebal yang membalut tubuh membuatnya sulit bergerak. Butuh jeda istirahat 15 menit hanya untuk berjalan kaki dari kursi mobil ke pintu masuk pertokoan.
Derita itulah yang memaksa Stevens belajar menjalani gaya hidup sehat. Tak lagi menuruti nafsu menyantap berloyang-loyang pizza dan sayap ayam. Pun memegang komitmen menjalani latihan intensif dengan personal trainer profesional: Neal Lyday.
"Sebelumnya banyak personal trainer yang menolak memberikan latihan intensif, mereka khawatir saya akan mengalami serangan jantung," kata Steven kepada Bakersfield Now, seperti dilansir Daily Mail.
Ia mengikuti semua petunjuk Lyday. Menyeimbangkan porsi latihan dengan asupan nutrisi terkontrol. "Sekarang saya hanya makan makanan sehat seperti sayur, buah, biji-bijian berkalori rendah," ujarnya.
Itu karena Lyday mengatakan bahwa pemilihan nutrisi menjadi faktor yang menentukan keberhasilan dengan porsi 80 persen. Selebihnya baru latihan intens yang merangsang pembakaran lemak.
Perjuangannya tak sia-sia. Hanya dalam beberapa bulan, berat badannya sudah turun hampir 100 kilogram. Sudah sekitar setengah dari target penurunan berat badannya.
"Jika target sudah terpenuhi, saya berencana melakukan bedah plastik untuk mengencangkan lapisan kulit yang menggelambir," ujar pria yang sumringah mulai bisa kembali melakukan berbagai aktivitas fisik dengan baik. (umi)
Via: Perjuangan Diet Pria Berbobot 322 Kilogram
0 Comment to "Perjuangan Diet Pria Berbobot 322 Kilogram"
Post a Comment