VIVAlife - Berceloteh dengan ramai memang sudahmenjadi trade mark seorang Ligwina PoerwoHananto. Entah saat sedang berbincang langsungdengan wanita kelahiran tahun 1976 ini, mendengarkan dia lewat siaranradio, atau mengikuti timeline-nya di akun twitter@mrshananto. Diakui oleh Ligwina, inilah salahsatu kekuatannya. Ramai berkicau.
Wina, panggilan akrabnya, adalah ibu tiga orang anak.Tipikal seorang wanita urban yang punya moto untukwork hard and play hard. Tak heranperusahaannya, Quantum Magna Financial (QM),yang artinya sel atom yang terkecil, kini telahmenjadi perusahaan dengan banyak penghargaan.Di antaranya The Most Powerful Woman of 2011dari Majalah HerWorld Indonesia dan PemenangPenghargaan Khusus Kategori Online Entrepreneur,Kompetisi Wanita Wirausaha Femina-Mandiri 2012.
Awalnya Hanya Pinjam Satu Meja Kerja
Awalnya Wina memang sempat terpuruk saat harusberhenti bekerja. Ketika itu, ia sedangmengandung anak pertama. Sang suami, DondiHananto, memintanya untuk diam di rumah.Terbiasa berbusana kerja, bersepatu high heels,dan make up sempurna. Tiba-tiba harus mengenakandaster.
Wina merasa jetlag karena tidak bisamengaktualisasikan diri. Namun, Wina bersyukurketika sang suami masih mengizinkannya untukberbisnis. "Saya bingung nggak ada yangdikerjakan di rumah. Berdiskusi dengan Dondi,saya harus bisa menggaruk gatal saya sendiri.Akhirnya, saya putuskan untuk berbisnis. Maksudnyaagar bisa punya waktu kerja yang fleksibel,sehingga masih bisa meluangkan waktu untukanak-anak," katanya.
Untungya sang suami mendukung dan membantunyasoal permodalan. QM ini merupakan bisnis Winayang ke-7 dan berhasil. Sebelumnya, ia sudahjungkir balik, mulai dari berjualan seprai,membuat suvenir, dan lain-lain.
Pada Agustus 2006, ia memberanikan diri meminjam sebuah mejadi kantor ayahnyadi Gedung S Widjojodi kawasan segitiga emas Jakarta. Ia berjualan jasa sebagai seorang financial planner.Karena statusnya nebeng, ia baru bisamenerima klien seusai jam kantor, pukul 5 sore.
Klien pertamanya adalah 13 orang sepupu Ligwina.Karena puas, keandalanlulusan Curtin University of Technology,Australiaini, kemudianmenyebar dari mulut ke mulut. Tak heran, dariyang hanya satu meja kerja, ia kemudian bisa menyewaruangan di tempat yang sama.
Perkembangan QM yang pesat akhirnya memaksa Ligwinadan tim untuk meluaskan diri. Kantor kemudiandipindahkan ke daerah Mega Kuningan padaSeptember 2008. Kini Quantum Magna bukan hanyasebagai perusahaan perencana keuangan, tapimemiliki juga divisi penerbitan dan konsultasi.
Sejak September 2012 ini, QM pindah ke kantoryang lebih luas untuk menampung 30 orangkaryawan di bilangan Santa, Jakarta Selatan.
"Saya Tak Mau Miskin"
Saat itu Ligwina sedang menonton CNN yang sedangmenayangkan pidato Barack Obama saat hendak majumenjadi calon Presiden Amerika Serikat dari kubuPartai Demokrat pada 20 Mei 2008. Di dalamtayangan itu, Wina tersentuh dengan keinginanObama yang hendak membuat rakyat AS bisa punyaakses seluas-luasnya dalam bidang kesehatan danjuga pendidikan.
Wina berpendapat bahwa kesehatan dan pendidikanadalah dua topik penting dalam setiap rencanakeuangan, pekerjaan sehari-hari Wina dan tim diQM Financial. Kebutuhan besar atas fasilitaskesehatan ini yang membuat generasi yangmasih produktif harus menanggung beban generasidi atasnya.
Kenapa? Karena generasiorangtua mereka yang sudah pensiun memilikifasilitas kesehatan yang sangat terbatas.Padahal generasi produktif ini juga harusmenyekolahkan anak-anaknya.
Terbersit dalam pikiran Wina untuk menulistentang golongan menengah yang kuat.Akhirnya, bukunya yang berjudul Untuk IndonesiaYang Kuat: 100 Langkah Untuk Tidak Miskindiluncurkan pada Februari 2011 lalu.
Di dalamnya, Wina menuliskan bahwa generasiproduktif yang merupakan golongan menengahIndonesia, yang seharusnya kuat untukmengurusi dirinya sendiri dan membantu oranglain. Golongan menengah ini adalah penopangekonomi negeri. Golongan ini juga yang bisameningkatkan kemampuan warga negara untukmelakuan savings dan investment menabungdan berinvestasi.
Wina yakin jika Indonesia memilikigolongan menengahyang kuat, maka masyarakatnya akan mampu hidupberdaya, bisa menggerakkan roda perekonomian, bisamendorong konsumsi dan investasi, selalu membayar pajak,dan dapat membiayai anggaran negara. Golongan menengahini yang menentukan masa depan Indonesia.
Siapakah sebenarnya golongan menengah itu? "Golongan menengah adalah mereka yang memiliki pekerjaan tetap, hidup cukup nyaman, tapi masih harus berusaha mempertahankan gaya hidupnya," urainya bersemangat.
Langkah Ligwina memang seolah tak pernahberhenti. Di video di bawah ini, dia menuturkanbagaimana pekerjaannya sebagai seorang financialplanner yang bisa membantu mewujudkan golongan menengah Indonesia yang kuat.
Via: Ligwina Hananto: Semua Orang Harus Melek Financial
0 Comment to "Ligwina Hananto: Semua Orang Harus Melek Financial"
Post a Comment