VIVAlife - Sebuah pengobatan terbaru menjanjikan bantuan bagi para wanita yang kesulitan mencapai orgasme saat berhubungan seks. Studi menyebut, 30 persen wanita mengalami kondisi anorgasmia, namun tak ada obat pasaran yang efektif mengatasi disfungsi seksual tersebut.
Sekarang ilmuwan tengah mengembangkan pengobatan disfungsi seksual khusus perempuan, setelah obat disfungsi ereksi pertama diresepkan untuk laki-laki pada 1998. Obat disfungsi seks wanita ini disebut Tefina. Digunakan dalam bentuk spray melalui hidung dua jam sebelum melakukan hubungan intim. Obat ini dapat bekerja selama enam jam.
Kandungan testosteron dalam obat itu diperkirakan mampu meningkatkan hasrat seksual dengan mengaktifkan bagian otak yang relevan. Khasiat lainnya, meningkatkan aliran darah ke organ seksual.
Para peneliti mengatakan tidak berharap adanya efek samping seperti jerawat, pertumbuhan rambut halus atau suara menjadi berat. Dan tak ada efek samping apapun saat wanita batal berhubungan seks setelah menggunakan viagra semprot ini.
Tefina sedang dikembangkan oleh perusahaan Kanada Pharmaceuticals Trimel dan didukung oleh para ilmuwan dari Case Western Reserve University di AS dan Monash University di Australia.
Profesor Susan Davis dari Monash University mengatakan, "Kami mengantisipasi pengobatan bagi wanita. Daripada pendekatan jangka panjang, obat ini bisa digunakan untuk mengantisipasi aktivitas seksual," kata Prof Davis.
"Kami menemukan wanita dengan minat seksual rendah, terapi testosteron tidak hanya meningkatkan hasrat seksual tetapi juga meningkatkan kemampuan wanita untuk mencapai orgasme."
Namun, seorang pakar kesuburan, Dr Ric Gordon berpikir obat tersebut hanya akan mengeksploitasi seksual wanita untuk alasan komersial. "Pria menggunakan seks untuk meredakan stres, sementara wanita tidak ingin tertekan saat hubungan seks. Jadi itu sebuah masalah emosional yang sangat kompleks," katanya kepada News One.
Via: Segera Hadir, Viagra Semprot Khusus Wanita
0 Comment to "Segera Hadir, Viagra Semprot Khusus Wanita"
Post a Comment