VIVAlife - Terkurung dalam peti mati, tentu bukanlah hal yang menyenangkan. Bagi sebagian orang, ini merupakan pengalaman traumatis yang menakutkan. Tapi hal ini tidak terjadi di China. Sebagian masyarakat di Negeri Tirai Bambu itu justru menjadikan peti mati sebagai sarana penyembuhan. Banyak dari mereka, rela dikurung dalam peti mati.
Cara mengurung diri dalam peti mati diyakini sebagai proses pengobatan dan dianggap sebagai salah satu bentuk khusus psikoterapi. Melakukan terapi ini, mereka justru beranggapan, akan seperti terlahir kembali, usai mati.
Seperti diberitakan dalam Evening News Shengyang, Tang Yulong, seorang konsultan psikologis, percaya bahwa simulasi kematian dapat mengobati orang yang menderita gangguan mental atau sebuah tekanan.
Dalam ritual ini, Tang mengatakan, kalau ia mewajibkan pasiennya untuk menuliskan kata-kata terakhirnya sebelum berbaring di peti mati. Selanjutnya, mereka akan berbaring di dalam peti mati dengan diselimuti sebuah kain bewarna putih.
Setelah lima menit berbaring dalam peti menakutkan itu, sebuah tangisan bayi akan memecah keheningan. Kemudian, lagu gembira pun dimainkan saat tutup peti dibuka.
"Terapi ini menggunakan teori sugesti dalam psikologi," jelas Tang. Meski, termasuk bagian dari psikoterapi, terapi ini tidak dapat dilakukan oleh semua orang, hanya orang tertentu saja yang bisa menjalaninya. (ren)
Via: Peti Mati Jadi Alat Terapi Gangguan Mental
0 Comment to "Peti Mati Jadi Alat Terapi Gangguan Mental"
Post a Comment