Thursday, October 11, 2012

Ilmuwan Temukan Cikal Bakal Pil Kontrasepsi Pria

Metode baru membuat sel sperma tak mampu berenang.
Metode baru membuat sel sperma tak mampu berenang.

VIVAlife - Para ilmuwan menemukan sebuah langkah maju bagi kontrasepsi pria. Temuan baru ini akan memutasi gen sehingga menjadikan sperma tak dapat berenang.

Caranya dengan memotong pasokan listrik yang memungkinkan sperma bergerak. Dengan begitu, sperma hanya akan berkedut ketimbang berenang. Penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan di Monash University di Melbourne, juga dapat memberikan petunjuk kemungkinan penyebab infertilitas pria.

Dalam tes laboratorium menggunakan tikus, tim merekayasa mutasi pada gen yang disebut RABL2, yang memberikan bahan bakar ke mesin protein dalam ekor sperma. Mutasi mengakibatkan ekor sperma 17 persen lebih pendek dari biasanya, dengan 50 persen menurunkan produksi sperma.

Peneliti utama Profesor Moira O'Bryan, dari Monash University of Biomedical Sciences, mengatakan pil kontrasepsi pria dipergunakan untuk menghambat gen RABL2 daripada mengubahnya secara permanen. Selama studi ditemukan pada semua tikus subur yang mengalami mutasi gen, sperma mereka terbukti tak dapat berenang.

"Semuanya berperilaku normal, tapi tak ada keturunan setelah enam minggu. Semua pejantan yang dimutasi selnya menjadi steril," ujarnya kepada Daily Mail.

Namun, tantangannya adalah bagaimana mengembalikan pria kembali normal. "Selain itu karena gen berada di bagian lain tubuh seperti hati, otak dan ginjal, pil perlu diprogram untuk bekerja hanya pada testis."

Penelitian kerjasama dengan Universitas Cambridge dan Newcastle di Inggris diterbitkan dalam jurnal PLoS Genetics.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa 55 persen pria bersedia minum pil kontrasepsi pria. Penelitian lainnya pada 2010 menemukan bahwa wanita tidak percaya pria bisa minum pil kontrasepsi setiap hari.

Bentuk lain dari kontrasepsi pria yang dikembangkan adalah suntikan sebulan sekali. Suntikan testopsteron mengatur dua bahan kimia otak untuk memblokir sementara produksi sperma. Studi terhadap 1.000 pria di China menemukan 95 persen pria yang mendapat suntikan efektif mencegah kehamilan. Namun suntikan ini memiliki efek samping perubahan suasana hati, gairah seks rendah dan jerawat.

Pilihan konstrasepsi pria lainnya adalah pil pencegah ejakulasi. Pil akan melumpuhkan otot-otot tertentu dalam sistem reproduksi laki-laki, memblok sementara pelepasan sperma tanpa efek buruk pada libido, dan kinerja seksual.

Studi dari King College Hospital, London, menunjukkan pil bekerja dalam waktu tiga jam setelah diminum dan akan bertahan selama dua hari. Sehingga pil ini aman diminum bila diperlukan. (eh)


Via: Ilmuwan Temukan Cikal Bakal Pil Kontrasepsi Pria

Share this

0 Comment to "Ilmuwan Temukan Cikal Bakal Pil Kontrasepsi Pria"

Post a Comment