VIVAlife - Pernikahan membutuhkan perhatian khusus agar keharmonisan tetap terjaga. Bila tidak, konflik tumbuh dan memburuk dari waktu ke waktu.
Saat menikah, pasangan cenderung memiliki harapan besar, mereka juga kerap membawa sejarah sakit hati dan keinginan pada hubungan. Harapan yang tak terpenuhi karena tak pernah disampaikan kepada pasangan seringkali berakhir kecewa.
Apatisme dan penghinaan adalah tanda-tanda konflik yang memerlukan perhatian. Dr John Gottman, pernikahan dan terapis keluarga melakukan penelitian selama 40 tahun untuk menentukan faktor penyebab perceraian.
Seperti dimuat dalam Yourtango, studi Gottman menunjukkan bahwa enam karakteristik komunikasi bisa memprediksi kemungkinan perceraian dengan akurasi 91 persen. Jika dinamika pernikahan Anda nyangkut dalam beberapa pola ini, saatnya mengevaluasi hubungan.
1. Penghinaan dan tuduhan tak berdasar
Setiap kali bertemu, pasangan larut dalam percakapan atau konflik yang penuh sarkasme, tuduhan, kritik atau hinaan. Percakapan yang kasar kemungkinan hanya akan menghasilkan pertengkaran sengit.
2. Four Horsemen
Gottman mengidentifikasi ini sebagai penghinaan, kritik terus menerus, defensif dan menghalang-halangi. Penelitiannya menunjukkan korelasi antara empat karakteristik komunikasi meningkatkan kemungkinan bercerai.
3. Selalu mengkritik pasangan
Anda dan pasangan selalu ingin mengalahkan satu sama lain dengan hal-hal negatif penyebab hilangnya emosi dalam hubungan. Ketika Anda selalu mengkritisi pasangan tanpa saran, seringkali berbuah perceraian.
4. Bahasa tubuh
Ketika salah satu atau kedua pasangan lelah dengan semua penghinaan dan kritik dari pasangan, akan menghasilkan perubahan fisiologis dalam tubuh. Peningkatan denyut jantung, sekresi adrenalin dan peningkatan tekanan darah terjadi. Respon fisiologis akan menghalangi kemampuan tubuh menyelesaikan konflik, sehingga memicu konflik berkepanjangan.
5. Gagal memperbaiki hubungan
Jika konflik tidak diselesaikan atau didiamkan oleh pasangan, meningkatkan risiko perceraian. Penyelesaian konflik sangat penting untuk mempertahankan hubungan yang sehat. Tak membiarkan pasangan mengetahui uneg-uneg hanya akan memicu konflik kian membesar. (umi)
Via: Enam Sinyal Pernikahan di Ujung Tanduk
0 Comment to "Enam Sinyal Pernikahan di Ujung Tanduk"
Post a Comment