Friday, October 19, 2012

Deborah Dewi, Baca Karakter Lewat Tulisan Tangan

Deborah Dewi, pakar grafologi (VIVAnews/Muhamad Solihin)
Deborah Dewi, pakar grafologi (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAlife - Handwriting speaks louder than action. Deborah Dewi tak main-maindengan ucapannya. Hanya lewat tulisan tangan, ia mampu menganalisis karakteratau kepribadian seseorang yang mungkin tak kasat mata dari perilaku.

Ia menyebut ilmu analisis tulisan tangan itu grafologi. "Tulisan tangan bukansemata kerja jemari tangan, melainkan hasil kerja otak, ujar wanita yang akrabdisapa Debo saat berbincang di sebuah cafe di Jakarta, pekan lalu.

Ada 440 indikator yang bisa ia kolaborasikan untuk menghasilkan sebuah analisistulisan tajam dan mendalam. Mulai dari tingkat kemiringan huruf, kecenderungan pengambilan margin, zona tulisan untuk huruf-huruf bertangkai (b, d, f, g, h, j, k, p, q, t, y), hingga ketajaman sudut huruf-huruf tertentu (m, n, r).

Debo mencoba memberi penjelasan lebih lanjut dengan meminta VIVAlife menulis dua kalimat dengan ritme berbeda. Satu dibuat dengan gaya terburu-buru sehingga mengasilkan tulisan yang acak-acakan. Satu dengan gaya tenang sehingga tercipta tulisan rapi.

Orang awam sudah pasti melihat dua tulisan itu jauh berbeda. Sulit menebak itutulisan satu orang. Bagi Debo? "Dari sudut pandang grafolog, karakter tulisanseseorang akan selalu sama, meski menulisnya dalam kondisi rapi atau burukkarena terburu-buru," ujarnya.

Grafologi ingin menunjukkan bahwa perbedaan tulisan tangan mencerminkanperbedaan karakter. Bahkan, ketika seseorang berusaha mengubah tulisannyakepribadian juga akan berubah.

Teroris Sampai Libido
Debo bukan peramal yang mengandalkan bola kristal. Ia bisa mempertanggungjawabkan hasil analisisnya secara ilmiah.

"Grafologi sudah ada ratusan tahun. Familiar di beberapa negara di Amerika Serikat dan Eropa. Di Italia bahkan sudah ada jalur pendidikannya sampai S3," ujar wanita yang memiliki seorang mentor grafolog asal Amerika Serikat dengan pengalaman 45 tahun.

Debo tak ragu ketika mendapat kepercayaan terlibat dalam sejumlah kasus besar yang menjadi sorotan publik.

Ia membuat kejutan ketika menganalisis surat wasiat Farhan, terduga teroris yangtewas dalam baku tembak di Solo beberapa waktu lalu itu. Ia menyebut suratsetebal 16 halaman itu hasil tulisan tangan dua orang berbeda.

Ia juga ikut menganalisis karakter Afriyani, terdakwa kasus kecelakaan mobil Xaniayang menewaskan sembilan pejalan kaki. Lalu Mujianto, terdakwa pembunuhberantai. Yang terbaru, menganalisis karakter enam kandidat Gubernur DKIJakarta saat masa kampanye pilkada.

"Menganalisis karakter yang muncul dalam kasus-kasus serius semacam itu jelastak bisa main-main. Taruhannya ya reputasi yang saya bangun dua tahun terakhiruntuk mempopulerkan grafologi di negeri sendiri," ujar wanita yang masih penasaran dengan tulisan tangan Ahok dan Prabowo itu.

Tak cuma kasus serius. Debo juga memperlihatkan pesona grafologi dalam kehidupan asmara lewat program 'G-spot Dating Series: Mencari Pria Seksi'.

G di sana merujuk istilah grafologi. Sedangkan Seksi merupakan akronim sesuaiekspektasi. Ini karena aplikasi grafologi dalam kehidupan asmara adalah untukmenemukan pendamping sesuai ekspekstasi. Tak ada manusia 100 persen baik atauburuk.

Yakni bagaimana kita memanfaatkan grafologi untuk menemukan atau meilih pasangan yang cocok sesuai ekspektasi. "Bahkan kita bisa menilik gairah sesualnya, sesuai nggak sama ekspektasi kita," ujar wanita yang segera mengakhiri masa lajang itu terbahak.

Sejumlah figur publik pun pernah merasakan pengalaman menjadi objek analisisnya. Mulai dari Martha Tilaar, Rudy Hadisuwarno, Manohara, Ghea Panggabean, Safir Senduk, Desi Anwar, Ligwina Hananto, hingga Era Soekamto.

Debo menegaskan bahwa aplikasi grafologi sangat luas. Hampir semua bidangkehidupan. Asal masih berhubungan dengan manusia. Itulah kenapa ia juga menyasar klien koorporat untuk mengajar aplikasi grafologi dalam hubungan bisnis.

Ditertawakan
Persetubuhannya dengan grafologi terjadi tanpa nyana sekitar dua tahun silam.Bermula dari kegagalan hubungan asmara dan ketidakharmonisan kerja di masalalu yang kerap membuat hidupnya tak nyaman.

Debo larut mendalami buku-buku psikologi. Mengasah pemahaman bahwa manusiaitu terbagi beberapa karakter yang membangun sebuah kepribadian. Sampaiakhirnya mengenal dan kepincut dengan pesona grafologi.

Minatnya mencuat. Segala hal yang berhubungan dengan grafologi ia santap.Mengunduh literatur-literatur digital. Menyimak tutorial grafolog senior. Punmemesan buku-buku dari kenalan di luar negeri. Itu semua ia jadikan bekal untukberlatih.

"Tanpa kita sadari perbedaan tulisan tangan mencerminkan perbedaan karakter.Bahkan, ketika seseorang berusaha mengubah tulisan tangan, kepribadiannya jugaakan berubah," ujar wanita lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UniversitasParahyangan itu.

Debo semakin keranjingan. Di tengah pekerjaan mapan memimpin sebuahperusahaan marketing communication dengan klien-klien besar di Surabaya, iamemutuskan alih profesi sebagai grafolog.

Ia bergeming ketika banyak teman dan sahabat menertawakan keputusannya."Orang-orang terdekat justru tertawa karena pikirnya saya nebak-nebak ajakarena udah kenal. Bayangin aja, udah gratis, capek mikir, diketawain pula,"ujarnya.

Merasa tak dihargai kalangan dekat, Debo terpikir membuat akun Twitter. Iamemancing follower dengan iming-iming free preview bagi mereka yang mengirimtwitpic tulisan tangan. Ide ini terbilang jitu. Menarik minat hingga ribuan follower.

"Dari yang semula cuma satu dua sampai akhirnya bisa menganalisis 50 twitpicsehari. Banyak yang puas dan kaget. Mereka lalu mention temen-temennya,follower terus bertambah," ujarnya.

Desain Dialog
Percaya dirinya kian tumbuh lewat dukungan follower. Debo mulai beranimenggelar workshopskala kecil untuk mereka yang tertarik mempelajari grafologi. Ia punmulai memberanikan diri mengajukan proposal pelatihan ke sejumlah korporat diSurabaya.

Sayang, hasilnya tak sesuai ekspektasi. Ia kemudian menjajal pasar Bali.Mengincar kalangan ekspatriat yang berniat menjalani bisnis dengan masyarakatlokal. "Saya pikir ekspatriat lebih bisa menerima grafologi, tapi lagi-lagi hasilnyatak sesuai ekspektasi," ujarnya.

Satu tahun terlunta-lunta tak membuat Debo menyerah. Di tengah pendapatanminus, idealismenya sama sekali tak redup untuk menjajal peruntungan kembali.Kali ini ia memantapkan hati hijrah ke Jakarta.

Penantian panjang berbuah manis. Klien pertama datang dari Twitter. Menghadirkantestimoni positif yang menjadi bekal untuk terus berjuangmempopulerkan grafologi. "Setelah itu semua mengalir sesuai ekspektasi," ujarwanita yang mendapat penghargaan Young Caring Professional Award ini.

Ia mulai mendapat kepercayaan dari institusi besar. Tak cuma kepolisian, tapijuga mendapat undangan mengajar di sejumlah korporat besar seperti bank-bank nasional.

"Yangsaya lakukan bukan sebatas kemampuan membaca karakter, tapi bagaimana saya mampu membuatdesain dialog untuk membantu mengatasi persoalan yang muncul, itu yang menjadi kepuasan saya,"ujarnya.

Debo sungguh bermimpi grafologi bisa menjadi medium pembuat keputusan untukmenghilangkan berbagai konflik di negeri ini. "Bisa menjadi alat bantu membuatkeputusan, khususnya untuk mendesain sebuah dialog," ujarnya. (ren)


Via: Deborah Dewi, Baca Karakter Lewat Tulisan Tangan

Share this

0 Comment to "Deborah Dewi, Baca Karakter Lewat Tulisan Tangan"

Post a Comment