Wednesday, October 10, 2012

Ayah-ayah "Seksi" Peduli ASI

Delapan penulis buku Catatan AyahASI (Dokumentasi Ayah ASI)
Delapan penulis buku Catatan AyahASI (Dokumentasi Ayah ASI)

VIVAlife - Mereka tak memiliki perut six pack, apalagi tubuh semampai bak model pria di majalah. Tapi, aura seksi terpancar dari delapan ayah muda penulis buku "Catatan AyahASI". Panik, kesal, senang, sedih, lelah, bahagia, semuanya bercampur jadi sebuah cerita seru yang sangat menarik.

Delapan ayah-ayah seksi ini adalah A. Rahmat Hidayat, Dipa Andika Nurprasetyo, Pandu Gunawan, Shafiq Pontoh, Aditia Sudarto, Ernest Prakarsa, Syarief Hidayatullah, dan Sogi Indra Dhuaja, yang merupakan admin atau mimin dari akun Twitter @ID_ayahASI. Dengan gaya bahasa khas pria, mereka membagi pengalaman saat berjuang bersama istri tercinta, demi memberikan asupan terbaik untuk sang buah hati, air susu ibu (ASI).

Mengapa dikatakan berjuang? Karena banyak yang tidak tahu kalau memberikan ASI secara eksklusif pada bayi tak semudah yang dikatakan atau dibayangkan orang. Pada beberapa ibu, ASI bisa dengan mudah keluar secara alami, tapi ada juga yang bermasalah.

50% Produksi ASI di Tangan Suami

Itu karena, kondisi psikologis ibu sangat berpengaruh dan ini terkait hormon oksitosin atau hormon cinta yang berperan besar pada produksi ASI. Ketika ibu merasa nyaman, bahagia, tenang, maka oksitosinnya meningkat dan memperlancar produksi ASI.

Di sinilah peran suami, membuat sang istri senyaman dan sebahagia mungkin agar produksi ASI-nya lancar. Karena itu, tak salah jika mengatakan 50 persen keberhasilan menyusui ada di tangan seorang suami. Butuh kerjasama, dukungan dan kesiapan mental bukan hanya ibu tapi juga ayah, untuk konsisten dalam memberikan ASI.

"ASI itu terlalu penting untuk cuma diurusin ibu-ibu saja. Sudah dikasih Tuhan, gratis, tapi memang perlu usaha juga. Bukan cuma dari para ibu, tapi juga ayah. Dari situ kita kepikiran untuk bikin buku yang membahas ASI dari sisi ayah," kata Rahmat, saat ditemui di daerah Pejaten beberapa waktu lalu.

Selama ini mungkin Anda lebih sering mendapat info seputar pentingnya ASI dari wanita, baik ibu, kakak, bidan, suster, atau konselor ASI. Dan mungkin, jarang mendapatkannya dari para pria apalagi mengetahui bagaimana sudut pandang mereka soal ASI.

"Laki sama perempuan bahasanya kan memang beda. Jadi waktu Shafiq punya ide buat buku yang isi soal sharing ASI dari sisi ayah, gue tentu aja mau. Kita lalu ketemu dan mulai bikin draft. Buku ini selesai satu tahun, isinya pengalaman kita masing-masing, juga info dari para pakar," ungkap Pandu.

Sebelum suami bertambah statusnya menjadi ayah, kaum pria cenderung tak ada yang 'mengajari'. Mulai dari bagaimana menghadapi istri yang sedang kontraksi atau ketika produksi ASI istri sangat sedikit dan bahkan tidak keluar sama sekali.

"Cowok tuh sebenarnya peduli, tapi mereka suka bingung harus ngapain. Gue yakin kok ayah-ayah di luar sana mau tahu dan terlibat soal ASI termasuk pengasuhan anak," kata Rachmat.

Ayah satu anak ini, berbagi pengalamannya ketika menemani sang istri melewati proses kontraksi dan melahirkan putra mereka yang prematur. Ia pun menuliskan hal yang sangat 'polos' dan lugas, dari kacamata pria di salah satu bab dalam "Catatan AyahASI".

"Hampir nggak ada yang kita bisa lakukan ketika istri dalam kondisi ini (kontraksi); menyuruh mereka untuk sabar salah, meminta untuk menahan sakit juga bego. Cara yang paling mudah adalah siap sedia di sisi istri, berikan sentuhan sewajarnya dan TURUTI kemauannya. Demikian," tulis Rahmat.

Lain lagi pengalaman Sogi yang mau repot mencari donor ASI. Setelah melahirkan, ASI sang istri, Istiqomah Matjik, tak kunjung keluar. Meskipun anak pertamanya sempat diberikan susu formula, tapi Sogi dan istri tetap berusaha mencari ASI untuk putranya.

Untuk alasan kepraktisan, Sogi dan istri bisa saja memberikan susu formula. Namun, mereka berkomitmen untuk memberikan ASI, jalan keluar yang dirasa paling tepat adalah mencari donor ASI.

"Waktu itu ambil ASI dari ibu donor datengin langsung rumahnya, ada yang langsung buka kulkas sendiri padahal gak kenal-kenal amat. Saya sendiri yang ambil ASI karena kan memang harus dalam keadaan beku dan langsung dimasukin ke cooler bag, biar nutrisinya nggak hilang," kata Saogi.

Istri Pandu, yang saat itu sedang menyusui, juga membantu dengan memberikan ASI perah (ASIP) untuk putra Sogi. Sogi pun harus mondar-mandir demi mendapatkan ASIP dari ibu donor dan hal itu dilakukannya karena ia dan istri percaya, ASI adalah nutrisi terbaik yang diciptakan Tuhan untuk bayi.

Buku Catatan Ayah ASI


Butuh satu tahun untuk menyelesaikan buku ini. Sejak diluncurkan pada Juli 2012, kini sudah terjual sekitar 15 ribu eksemplar. Isinya cukup ringan. Berupa pengalaman dari delapan ayah dengan persoalan yang berbeda-beda terkait kehamilan istri, proses melahirkan, dan tentunya pemberian ASI.

Memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan faktanya pun bukan perkara mudah. Ada banyak faktor yang sangat mempengaruhi dan hal inilah yang ditekankan delapan ayah ini. Bukan hanya ibu yang berperan dalam pemberian ASI, tapi ayah juga memiliki peran yang sama besar.

Seperti yang ditulis di cover buku "kami bukan ahli, hanya ingin berbagi", buku ini semacam diarypara ayah. Bukan dengan cara menggurui, tapi berisi cerita seru pengalaman mereka masing-masing.

"Kita awalnya gak banyak tahu. Kita juga gak sempurna dan gak lalu jadi sosok ayah ideal. Kita kalau ketemu ya tanya-tanya, yang pasti kita sebagai ayah juga punya andil besar dalam pemberian ASI," kata Pandu.

Apalagi, menurut Pandu di Indonesia itu ada dua hal yang jadi permasalahan besar terkait pemberian ASI eksklusif. Dan untuk menyelesaikannya bukan hanya jadi tugas para ibu, tapi juga ayah, termasuk orang-orang di sekitar.

"Masalah paling utama soal ASI di Indonesia itu pengetahuan dan dukungan. Banyak orang yang tidak tahu apa itu IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Atau, kena brain wash iklan susu formula yang kita tahu lah gencarnya kaya apa. Dukungan dari orang-orang sekitar juga gak kalah penting. Kadang orangtua, dokter atau suster yang ditemui ternyata gak pro ASI," ujar Pandu.

Hal-hal itulah yang mendasari para ayah-ayah ini membuat buku "Catatan Ayah ASI". Membuktikan kalau selalu ada dukungan bagi para ayah baru yang mau berjuang bersama sang istri demi memberikan asupan terbaik yang diciptakan Tuhan untuk buah hati tercinta.

Keluarga Ayah ASI


Via: Ayah-ayah "Seksi" Peduli ASI

Share this

0 Comment to "Ayah-ayah "Seksi" Peduli ASI"

Post a Comment