VIVAlife - Kanak-kanak identik dengan petualangan dan rasa ingin tahu. Para ahli menganjurkan agar orang tua mengawasi agar anak tak cedera di bagian kepala. Sebab, trauma di kepala pada masa kecil akan membuat anak berisiko tinggi menjadi seorang kriminal di masa datang.
Sebuah penelitian menemukan, cedera yang menyebabkan trauma akan menyebabkan otak "macet", sehingga mempengaruhi penilaian dan kemampuan mengendalikan impuls. Peneliti dari University of Exeter, menyebut cedera otak traumatis disebut sebagai "epidemi diam".
Cedera otak paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja ketika bermain atau berolahraga. Risiko tinggi juga termasuk mereka yang terlibat dalam perkelahian atau kecelakaan di jalan.
Sebuah survei yang melibatkan 200 tahanan pria dewasa di Inggris menemukan, 60 persen mengaku pernah mengalami cedera kepala. Ini sesuai dengan laporan studi internasional yang mengatakan cedera kepala di kalangan kriminal lebih tinggi daripada populasi umum.
Para ahli menuturkan, hasil temuan mengenai faktor risiko cedera otak dapat digunakan untuk skrining bagi pelaku kejahatan dan mencegah perilaku korupsi, termasuk rehabilitasi bagi pelaku.
Kepada Daily Mail, Profesor Williams mengatakan, "Otak muda yang sedang berkembang lebih rentan cedera, karena bisa menciptakan masalah lebih berat dalam hal perhatian, konsentrasi dan perilaku."
Dia menambahkan, "Luka di kepala membuat risiko orang menjadi agresif makin tinggi dan menjadi penanda risiko tinggi agresivitas." (art)
Via: Anak Cedera di Kepala, Risiko Tinggi Jadi Kriminal
0 Comment to "Anak Cedera di Kepala, Risiko Tinggi Jadi Kriminal"
Post a Comment