Monday, October 15, 2012

Alasan Utama Perceraian

Para konsultan pernikahan setuju hanya 17 persen pernikahan yang bahagia.
Para konsultan pernikahan setuju hanya 17 persen pernikahan yang bahagia.

VIVAlife - Banyak hal yang bisa menyebabkan sebuah pernikahan berakhir. Tapi apa yang paling sering menyebabkan pasangan suami-istri bercerai? Sebuah survei dari Yourtango menemukan jawabannya.

Dari survei terhadap ratusan konselor pernikahan, diperoleh hasil bahwa penyebab utama perceraian adalah masalah komunikasi. Penyebab lainnya adalah perselingkuhan seksual serta tak memiliki waktu yang cukup bersama-sama/ tak memprioritaskan pernikahan.

Survei juga menyebutkan 54 persen konselor pernikahan yang disurvei setuju bahwa hanya 17 persen pasangan suami-istri yang bahagia.

Pakar Yourtango Meri Arnett-Kremian skeptis dengan hasil tersebut. "Saya curiga ada bias dari mereka yang diwawancarai. Bagaimana dengan mereka yang tak bahagia dan masih tetap bersama. Apa definisi bahagia?" katanya.

Para ahli juga punya berita buruk, 58 persen setuju orang yang bercerai memiliki peluang lebih tinggi bercerai lagi dibandingkan mereka yang belum menikah

Konsisten dengan hasil penelitian UCLA baru-baru ini, 80 persen konselor mengatakan seseorang yang merasa ragu sebelum pernikahan merupakan pertanda perceraian. Dr Susan Heitler menjelaskan, "Tidak semua keraguan terbukti, tapi semua yang bermasalah di awal akan semakin buruk dari waktu ke waktu."

Sementara 86 persen ahli sepakat perjanjian pranikah tidak berdampak pada kemungkinan pasangan untuk bercerai. Selain itu, permasalahan anak, uang dan seks merupakan alat memprediksi tanda-tanda perceraian. Mengenai pertanyaan dampak perceraian paling sulit, 65 persen para ahli setuju bahwa dampak perceraian sama antara pria dan wanita.

Namun, pakar pernikahan Nina Atwood tidak setuju."Biasanya, perempuan yang tidak memiliki finansial kuat pasca perceraian harus berjuang. Hal ini akan menjadi beban emosional."

Dilema yang umum bagi pasangan bercerai adalah memilih litigasi atau mediasi dan menjelaskan perpisahan kepada anak. Hasilnya, 70 persen memilih mediasi ketimbang litigasi untuk memastikan pembagian harta lebih adil.

Menurut ahli, mayoritas orangtua yang bercerai menjelaskan kepada anak-anak mereka seiring tahapan perkembangan anak. Mayoritas orangtua pun tak meminta anak memilih dengan siapa mereka tinggal karena dianggap tak adil. (eh)


Via: Alasan Utama Perceraian

Share this

0 Comment to "Alasan Utama Perceraian"

Post a Comment