VIVAlife - Keraguan menjelang menikah mungkin banyak dialami para calon pengantin wanita, begitu juga calon pengantin pria. Tapi hati-hati jika perasaan tersebut tak kunjung hilang mendekati hari pernikahan, terutama jika terjadi pada calon pengantin wanita.
Pasalnya, calon pengantin wanita yang sangat ragu menjelang menikah dan tetap menikah, cenderung bercerai pada tahun keempat pernikahan. Fakta ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim psikolog dari University of California Los Angeles (UCLA), Amerika Serkiat.
Mereka meneliti 464 pasangan yang baru menikah, pada bulan-bulan awal pernikahan. Lalu, setiap enam bulan, selama empat tahun tim peneliti melakukan survei. Rata-rata usia mereka adalah 25 tahun untuk istri, dan 27 tahun untuk suami.
Saat ditanya apakah mereka pernah mengalami keraguan sebelum memutuskan menikah, 47 persen suami dan 38 persen istri, mengiyakan. Meskipun presentase jumlah istri yang ragu lebih kecil dibandingkan suami tapi peneliti menemukan kalau keraguan mereka sebenarnya semacam kemampuan memprediksi masalah besar yang akan muncul setelah menikah.
Diketahui, sebanyak 19 persen wanita yang mengalami keraguan menjelang pernikahan, cerai empat tahun kemudian. Atau, satu dari lima wanita yang ragu menikah, cenderung bercerai. Lalu, sebanyak 14 persen suami yang juga mengalami keraguan, juga bercerai empat tahun kemudian.
"Dari yang kami temukan, wanita yang memiliki keraguan menjelang pernikahan, memang cenderung bercerai empat tahun kemudian, dibandingkan mereka yang tak memiliki keraguan. Lalu, suami istri yang sama-sama memiliki keraguan, jika dibandingkan dengan pasangan yang tak mengalami keraguan, tingkat kepuasan dalam pernikahannya lebih rendah," kata Justin Lavner, peneliti dari UCLA, seperti dikutip dari Telegraph.
Menurutnya, keraguan adalah faktor penentu dalam sebuah perceraian. Itu terlepas dari faktor-faktor lain, seperti seberapa puas dengan pasangan atau apakah orangtua mereka bercerai.
"Anda yang paling tahu diri Anda sendiri, pasangan dan hubungan yang dijalani, dibandingkan orang lain. Jika Anda merasa ragu, fokuskan perhatian untuk mengatasinya. Sangat penting mengetahui apa yang membuat Anda ragu," ujar Lavner.
Fakta lain dari penelitian, ketika hanya calon suami yang mengalami keraguan sebelum menikah, sebanyak 10 persen pasangan bercerai. Lalu, ketika hanya calon istri yang mengalami keraguan, ada 18 persen pasangan bercerai.
"Ini seperti mengatakan kepada kepada kami, ketika wanita mengalami keraguan jelang pernikahan, seharusnya tak dianggap sepele. Jangan mengasumsikan keraguan akan hilang dengan sendirinya atau cinta akan mengalahkan segalanya," kata Lavner.
Menurut Thomas Bradbury, seorang profesor psikologi, penting untuk mengetahui apa pemicu keraguan besar jelang pernikahan tersebut. Ini semacam melakukan 'deteksi awal penyakit'.
"Jika ada yang aneh pada kulit, apakah diaabaikan saja lalu pergi ke pantai atau memeriksakan diri ke dokter? Jadilah pribadi yang cerdas, jangan mengabaikan keraguan. Lakukan percakapan dengan pasangan dan lihat bagaimana hasilnya, jangan sampai menyesal kemudian," kata Bradburry. (umi)
Via: Ragu Jelang Pernikahan, Risiko Cerai Tinggi
0 Comment to "Ragu Jelang Pernikahan, Risiko Cerai Tinggi"
Post a Comment