VIVAlife - Layaknya drama, video penyergapan teroris memang membuat orang penasaran. Berbagai acara berita pun memutarnya berulang. Sebagai masyarakat, tentunya Anda mendapatkan banyak informasi. Tapi hati-hati jika melihatnya berulangkali, karena bisa memicu depresi.
Melihat potongan gambar pemboman, serangan dan penyergapan teroris atau perang terus-menerus, menurut peneliti dari Universitas California, Amerika Serikat, secara jangka panjang bisa berdampak negatif pada kesehatan mental Anda.
Penelitian ini menyoroti 'trauma kolektif' dari efek berkepanjangan ketika masyarakat diberikan informasi berupa gambar grafis. Roxane Coher, salah satu peneliti, mengatakan kalau ia bukan menganjurkan untuk melakukan sensor, tapi agar pemirsa lebih pintar menyaring informasi yang akan diserapnya.
"Penting untuk masyarakat menyadari kalau tak ada fungsinya secara psikologis, melihat berulangkali gambar dan grafis bertema horor dan kekerasan," kata Coher, yang beprofesi sebagai psikolog, dikutip dari Daily Mail.
Penelitian ini melibatkan 1.000 orang partisipan, yang merupakan warga Amerika Serikat. Kondisi kesehatan mental mereka dianalisis setelah penyerangan teroris di 9/11 di WTC pada 2001 dan pendudukan AS di Irak hingga turunnya Sadam Husein. Lalu, dilihat reaksi mereka terhadap pemberitaan di media seputar dua masalah tersebut, termasuk respon stresnya.
Peneliti menemukan, orang yang menonton berita lebih dari empat jam sehari, soal perang dan teroris cenderung mengalami stres dan gejala pasca-trauma dari waktu ke waktu. Mereka juga cenderung mengalami masalah kesehatan fisik dua sampai tiga tahun kemudian.
"Temuan kami berdua relevan dan tepat waktu, faktanya gambar di televisi menjangkau penonton yang lebih besar daripada melalui YouTube, media sosial dan smartphone," kata Coher.
Via: Awas, Mengikuti Berita Teroris Bikin Depresi
0 Comment to "Awas, Mengikuti Berita Teroris Bikin Depresi"
Post a Comment