VIVAlife - Benak kita mungkin telah tertanam pemahaman umum bahwa gemuk itu tidak sehat. Sedangkan kurus itu sehat. Nyatanya, sejumlah studi menunjukkan bahwa bentuk tubuh ideal bukan jaminan sehat!
Seperti dilansir Huffington Post, studi yang diterbitkan Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa satu dari empat orang kurus mengalami 'obesitas metabolik'.
Hasil studi itu menunjukkan bawah mereka yang secara kasat mata langsing belum tentu memiliki komposisi lemak yang seimbang. Ini berbahaya karena ketidakseimbangan komposisi lemak rentan memicu gangguan metabolik yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan kardiovaskuler.
Mereka dengan tubuh langsing masuk kategori sehat jika memiliki kondisi kesehatan metabolik yang baik. Indikatornya: tekanan darah normal, kadar gula darah normal, jumlah kolesterol baik cukup, dan memiliki tingkat aman protein C-reaktif yang berhubungan dengan peradangan dalam tubuh.
"Lebih baik gemuk dan sehat, daripada langsing tapi memiliki kondisi metabolisme buruk," kata Mark Hyman, MD, seorang pakar kesehatan dan peneliti kesehatan yang mendirikan The UltraWellness Center, di Amerika Serikat.
Dalam studinya, ia menemukan bahwa empat dari setiap 10 remaja bertubuh ideal memiliki setidaknya satu tanda-tanda pradiabetes. Seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau kadar kolesterol tinggi.
Hyman memperingatkan semua untuk tetap waspada. Mereka yang bertubuh gemuk maupun langsing harus komitmen melakukan olahraga teratur, menjaga pola makan, dan kontrol kesehatan berkala.
- Kadar gula darah: kurang dari 90 mg/dl
- Trigliserida: kurang dari 100 mg/dl
- Kolesterol baik (HDL): lebih dari 60 mg/dl
- Tekanan darah: kurang dari 120/80
(umi)
Via: Langsing Itu Sehat? Belum Tentu
0 Comment to "Langsing Itu Sehat? Belum Tentu"
Post a Comment