VIVAlife - Dalam sebuah interaksi sosial, orang yang pemalu biasanya bersikap pasif. Mereka biasanya lebih banyak diam dan memilih menjadi pengamat.
Di balik kepasivannya, seorang pemalu ternyata lebih peka terhadap lawan bicara. Berdasarkan studi seorang peneliti di Southern Illinois University, orang dewasa yang pemalu lebih baik dalam mengenali ekspresi wajah lawan bicaranya.
"Selama ini, pemalu dianggap sebagai sifat yang tidak bagus. Namun, studi terbaru ini menunjukkan kekuatan si pemalu. Penting rasanya kita fokus terhadap sisi kuat ini," kata Graves O'Haver, sang peneliti, seperti dilansir laman Live Science.
O'Haver menunjukkan 110 foto kepada 241 mahasiswa. Ia meminta mereka menilai ekspresi wajah yang muncul di foto-foto tersebut. Untuk mengetahui seberapa pemalu mereka, ia juga meminta partisipan mendeskripsikan perasaan saat dihadapkan sejumlah situasi.
Hasilnya, semakin pemalu seseorang, semakin akurat dalam membaca ekspresi dan ketakutan orang lain. Mereka yang tidak terlalu pemalu, atau bukan merupakan pemalu, tidak terlalu mampu mengenali emosi di wajah orang lain.
Menurut O'Haver, ini bisa menjelaskan mengapa kemampuan untuk dapat mengenali ekspresi takut dan sedih turut berkontribusi pada sifat pemalu.
"Kemampuan pemalu yang dengan cepat menangkap emosi negatif wajah orang lain akan membuat mereka semakin pemalu. Sebab, mereka mungkin semakin ingin membatasi ekspresi yang terlukis pada wajah mereka," ujar O'Haver yang mempresentasikan studinya dalam pertemuan Asosiasi Psikolog Amerika bulan ini. (art)
Via: Kekuatan di Balik Karakter Si Pemalu
0 Comment to "Kekuatan di Balik Karakter Si Pemalu"
Post a Comment