VIVAlife - Umat muslim di dunia bersuka cita merayakan Idul Fitri. Dengan penampilan terbaik, mereka berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan kerabat memasuki masa 'bersih kembali' sesudah menuntaskan puasa sebulan penuh.
Mereka bertukar maaf. Tradisi silaturahmi tak hanya ada di Indonesia. Tradisi berkumpul di rumah keluarga tertua atau mengunjungi kerabat dan saling mengucap maaf juga berlangsung di sejumlah negara Arab.
Semarak Lebaran biasanya ditandai dengan pesta makan dengan menu-menu khas. Jika di Indonesia ada ketupat dan opor, mereka juga punya menu khas yang seolah wajib ada setiap Idul Fitri.
Ada Shakshuka yang merupakan variasi telur orak-arik dicampur dengan sayuran. Biasanya dibuat beberapa menit sebelum acara makan dimulai, karena nikmat disantap selagi panas. Membuat hidangan ini, hanya butuh minyak sayur, bawang cincang, tomat potong dadu, telur, paprika, pasta tomat, kemangi cincang, cabe dan bumbu.
Ada pula Kebdah yang merupakan hati domba segar. Dimasak dengan tomat yang dicampur dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, lada hitam, etumbar cincang dan minyak sayur.
Umat Muslim di Arab Saudi kebetulan memiliki tradisi menyembelih domba saat Idul Fitri. Selain dimasak sendiri, dagingnya juga akan disumbangkan untuk masyarakat tak mampu agar bisa merayakan Idul Fitri dengan hidangan istimewa.
Sebagai camilan ringan, mereka juga biasa menyiapkan menu khas seperti debyaza, semacam puding aprikot yang diolah dengan kacang. Halawa, puding tradisional Turki. Juga ta'teema, penganan khas dengan pilihan keju, mentega, selai dan telur matang.
Debyaza dan halawa biasanya disiapkan sejak tiga hari menjelang Lebaran. Disimpan di kulkas sampai Lebaran tiba, mengingat penyajiannya membutuhkan proses pendinginan yang cukup lama agar cita rasanya maksimal.
Bagi mereka, tak lengkap rasanya merayakan hari kemenangan tanpa sajian khas tersebut.
Via: Indonesia Ada Opor Lebaran, di Arab?
0 Comment to "Indonesia Ada Opor Lebaran, di Arab?"
Post a Comment