Friday, May 25, 2012

Reinkarnasi Tenun, Tampil Lebih Santai


VIVAnews- Tenun sedang diperjuangkan menjadi warisan dunia oleh
UNESCO. Tapi, pengembangan tenun tidaklah mudah. Kain ini belum bisa menjadi produksi massal seperti batik, mengingat sulitnya bahan baku, dan semakin sedikitnya pengrajin. Tak ayal, tenun masih menjadi komoditas fashion mewah dengan harga selangit.

Perjuangan untuk menduniakan tenun masih terus digarap. Untungnya,
banyak desainer Indonesia yang berkomitmen mengembangkan tenun dengan menciptakan ready to wear yang dapat digunakan dalam keseharian tanpa menunggu adanya acara-acara formal.

Dua desainer, Priyo Oktaviano dan Didi Budiardjo, sudah bertahun-tahun menggunakan tenun untuk rancangannya. Ini kemudian disusul oleh Ari Seputra yang juga jatuh cinta pada tenun.

Pada Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2012 dengan tema
HEIRLOOM, ketiga desainer itu memamerkan rancangan tenun yang diambil dari berbagai daerah binaan Cita Tenun Indonesia (CTI).

Share this

0 Comment to "Reinkarnasi Tenun, Tampil Lebih Santai"

Post a Comment