Friday, March 1, 2013

Ketahui Tiga Hal Penting dalam Membentuk Karakter Anak

Orangtua memiliki tiga tugas penting dalam membentuk karakter anak.
Orangtua memiliki tiga tugas penting dalam membentuk karakter anak.

VIVAlife - Pada dasarnya setiap orangtua mendambakan anak cerdas dan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, anak juga tak bisa tumbuh sendiri. Peran orangtua dibutuhkan, terutama dalam membentuk karakter anak.

Seperti diketahui karakter adalah tabiat atau kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Artinya karakter bukan sesuatu yang melekat alami dalam diri seseorang, melainkan sesuatu yang dibangun. Oleh karena itu, seiring tumbuh dan berkembang seorang individu, karakternya pun akan semakin terbentuk.

Oleh karena itu Anda sebagai orangtua tentunya memiliki tanggung jawab besar pada perkembangan dan pertumbuhan anak. Terkait hal tersebut, pembentukan karakter anak, tergantung pada bagaimana cara orangtua mendidiknya.

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd mengatakan bahwa tiga tugas atau peran orangtua dalam membentuk karakter anak:

1. Konsisten.

Orangtua memiliki peranan penting dalam pengembangan karakter anak. Mulai dari ucapan yang dilontarkan, tingkah laku, serta pemikiran dalam pengelolaan rasa. Untuk itu, jika orangtua ingin menciptakan atau membentuk katakter positif, harus dimulai dengan usaha konsisten.

Dalam mendidik anak terutama untuk pembentukkan karakter, sebaiknya orangtua harus sesuai dengan aturan yang dijalankan. Usahakan jangan tarik ulur aturan yang telah Anda tetapkan. Ini agar anak dapat mengerti. Sikap tegas dalam hal ini amat dibutuhkan.

2. Berkelanjutan.

Berkelanjutan atau berkesinambungan berkaitan erat dengan konsisten. Agar pembentukan karakter anak dapat terbentuk dengan baik, diperlukan struktur yang berkesinambungan.

Dengan kata lain, berkelanjutan dalam hal ini merupakan proses membimbing, mengasuh, dan mendidik untuk membentuk karakter anak yang positif. Hal ini karena karakter anak akan terbentuk dengan sendirinya, jika orangtua mau mengajarkan terus menerus, agar pengetahuan didapatkan dan diserap oleh individu.

3. Konsekuen.

"Orangtua marah kemudian anak menangis merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh setiap orangtua," kata Arief. Dalam hal ini, orangtua harus melontarkan kata atau melakukan tindakan dengan benar dan baik. Tujuannya, agar anak benar-benar mengetahui hal yang dianggap baik atau buruk.

Jika ingin membentuk karakter positif, anak juga memerlukan lingkungan yang baik. Kemudian lingkungan yang diciptakan haruslah yang memungkinkan potensi anak dapat tumbuh optimal. (eh)


Via: Ketahui Tiga Hal Penting dalam Membentuk Karakter Anak

Tetap Sehat dengan Konsumsi Daging Merah

Daging merah
Daging merah
VIVAlife - Bosan dengan daging ayam atau ikan yang sering Anda konsumsi sehari-hari? Mungkin sudah saatnya Anda mencoba sajian daging lainnya, seperti daging merah. Walaupun daging merah dapat mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang lebih tinggi dari ayam, ikan atau kalkun, bukan berarti harus mencoretnya dari daftar menu diet harian Anda.

Memang, tidak semua daging merah menawarkan manfaat nutrisi yang sama. Untuk itu, Anda perlu mengetahui daging merah apa saja yang dapat menjadi pilihan variasi hidangan Anda serta jenis potongan manakah yang paling sehat. Situs Fitsugar memberikan beberapa alternatif daging merah yang bisa Anda konsumsi. Ini pilihannya:

Bison:

Mengonsumsi daging bison adalah suatu hal yang umum bagi masyarakat Amerika. Yang mengejutkan adalah daging bison ternyata lebih sehat dibanding daging sapi dan kambing, karena memiliki jumlah kalori, lemak, serta kolesterol yang hampir sama dengan daging dada ayam tanpa kulit. Daging bison juga merupakan sumber protein dan zat besi yang tinggi. Cita rasa daging ini mirip daging sapi, namun sedikit lebih manis dan kaya rasa.

Sapi:

Potongan daging sapi per porsi idealnya seberat 3,5 ons dan mengandung maksimal 4,5 gram lemak jenuh dan 95 miligram kolesterol. Potongan-potongan daging sapi terbagi menjadi 29 bagian. Namun, potongan terempuk dan terlezat adalah loin, round, serta sirloin. Ketika memilih daging sapi, sebaiknya Anda mencari potongan yang memiliki lemak paling sedikit. Dengan begitu, Anda akan lebih banyak mendapatkan nutrisi yang terkandung di dalam dagingnya.

Sapi muda:

Daging sapi muda mengandung kolesterol sedikit lebih tinggi dari daging sapi. Karena, usia sapi yang muda, dagingnya memiliki tekstur yang sangat empuk. Potongan daging sapi muda yang paling lezat antara lain sirloin, rib chop, dan top round. Satu potong sirloin sapi muda mengandung maksimal 150 kalori. Hindari potongan daging berlemak dan daging di daerah payudara.

Kambing:

Banyak orang yang menghindari daging kambing dengan alasan kesehatan, yaitu takut terkena penyakit asam lemak, darah tinggi, kolesterol, dan sebagainya. Namun, hal tersebut salah, karena olahan daging kambing sering dimasak dengan santan seperti gulai, tongseng, atau sup kambing. Padahal, sebenarnya daging kambing memiliki kandungan protein yang sama dengan daging sapi dan ayam. Seporsi daging sapi seberat tiga ons memiliki lima hingga enam lemak dan sekitar 155 kalori. (art)

Via: Tetap Sehat dengan Konsumsi Daging Merah

Enam Perawatan Pria untuk Memikat Wanita

Dewasa ini, pria juga mulai menyadari pentingnya perawatan. (http://www.helpmystyle.ie)
Dewasa ini, pria juga mulai menyadari pentingnya perawatan. (http://www.helpmystyle.ie)
VIVAlife - Dewasa ini, perawatan tak hanya menjadi milik wanita. Para pria pun sudah mulai menyadari pentingnya perawatan untuk menunjang penampilan mereka.

Jika dahulu, pria hanya melakukan perawatan seadanya, seperti mandi dan mencuci muka. Kini, para kaum Adam mulai memperhatikan kebersihan tubuh mereka lainnya, seperti bibir dan kuku.

Seperti dilansir laman Ehow, berikut adalah perawatan yang wajib dilakukan para pria agar tampil lebih menarik di mata wanita:

1. Bersihkan dan potong kuku.

Kuku kotor dan panjang memberikan kesan bahwa Anda termasuk pria jorok dan mengabaikan kebersihan. Oleh karena itu, mulailah merapikan dan menyingkirkan kotoran dari kuku. Jika kulit di sekitar kuku kering dan mengelupas, Anda bisa mengoleskan beberapa tetes minyak zaitun. Kemudian diamkan selama 10 menit, lalu bilas.

2. Cuci wajah setiap hari.

Hampir seluruh majalah kecantikan menganjurkan wanita mencuci wajah setiap hari. Hal ini juga berlaku bagi pria. Di ujung hari, gunakan pembersih wajah untuk mengangkat kotoran, debu, minyak yang menumpuk pada permukaan wajah.

3. Rajin membersihkan sela gigi.

Kini, menyikat gigi setiap hari saja tak cukup. Untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, Anda dianjurkan membersihkan sela gigi dengan menggunakan dental floss. Hal ini mampu menyingkirkan plak dan sisa-sisa makanan yang bersarang di sela gigi. Lakukan hal tersebut setidaknya satu kali sehari, lalu diikuti berkumur dengan moutwash.

4. Terapkan lip balm.

Berdasarkan American Cancer Society's Vilma Cokkinides, risiko wanita terkena kanker bibir tiga kali lebih rendah ketimbang pria. Ini karena wanita kerap menggunakan lipstik, gloss, atau balm saat keluar rumah. Oleh karena itu, tak ada salahnya bagi kaum pria untuk mengoleskan sedikit lip balm pada bibir, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

5. Gunakan krim cukur.

Tak hanya berfungsi sebagai pelembab, penggunaan krim cukur atau shaving cream juga bisa meminimalisir bekas luka pada wajah akibat pisau cukur. Oleh karena itu oleskan krim cukur pada wajah yang telah dibasahkan sebelum mulai mencukur. Setelah itu gunakan aftershave atau pelembab agar kulit wajah lebih halus.

6. Gunakan pelembab rambut.

Sebagian besar pria hanya tahu keramas menggunakan sampo setiap hari untuk menghilangkan debu dan kotoran pada rambut. Mereka lupa bahwa rambut juga butuh conditioner atau pelembab agar tetap lembut dan sehat. Bagi Anda yang memiliki rambut rapuh atau kering bahkan dianjurkan untuk menggunakan pelembab setidaknya satu kali sepekan.
Via: Enam Perawatan Pria untuk Memikat Wanita

Huo Liao, Kulit Cantik dengan Nyala Api

Perawatan Huo Liao (Shine)
Perawatan Huo Liao (Shine)
VIVAlife -Berbagai cara dilakukan wanita demi memiliki kulit indah. Termasuk menempuh cara ekstrem, seperti perawatan wajah yang kini cukup populer di China, Huo Liao. Jika perawatan biasanya mengandalkan formula, atau teknologi kecantikan, Huo Liao justru menggunakan api.

Arti dari Huo Liao, seperti dilansir dari Shine, adalah perawatan dengan api, dan cara ini dipercaya bisa menghilangkan kusam pada kulit serta mengencangkan kulit di sekitar mata. Caranya memang cukup menyeramkan.

Pertama, disiapkan handuk yang telah direndam dengan formula rahasia dan alkohol. Setelah itu handuk diletakan di area tubuh yang akan dilakukan perawatan. Seperti wajah, kaki, punggung, atau leher. Setelah itu, handuk tersebut dibakar selama beberapa detik untuk kemudian diganti dengan handuk lain.

Beberapa ada yang mengatakan kalau perawatan unik ini sebenarnya berasal dari Tibet. Tak hanya untuk mengencangkan kulit, tapi ada fungsi kesehatan lainnya. Antara lain mengatasi flu, melancarkan pencernaan, meredakan demam hingga mengatasi insomnia.

Belum ada penelitian ilmiah terkait efek perawatan ini pada kulit dan kesehatan secara detail. Meskipun begitu, di China perawatan ini cukup populer. Anda berani mencobanya?
Via: Huo Liao, Kulit Cantik dengan Nyala Api

Dampak Perceraian Orangtua Terhadap Psikologis Anak

Anak seringkali menjadi korban utama akibat percerian kedua orangtuanya. (calmwaters.org)
Anak seringkali menjadi korban utama akibat percerian kedua orangtuanya. (calmwaters.org)

VIVAlife - Dewasa ini, perceraian menjadi hal yang tidak tabu lagi. Banyak pasangan, termasuk dari kalangan masyarakat biasa hingga artis memutuskan bercerai ketika tak mampu lagi mempertahankan biduk rumah tangga.

Bagi mereka yang belum memiliki anak, hal ini tentunya tak menjadi masalah. Namun bagaimana dengan pasangan yang sudah memiliki anak, lalu memilih jalan perceraian?

Jawabannya, tentu saja anak dalam hal ini kembali menjadi korban. Banyak orangtua tak sadar bahwa perceraian mereka berdampak pada psikologis, pendidikan, dan tumbuh kembang anak.

Psikolog sekaligus pemerhati anak, Seto Mulyadi mengatakan, perceraian membuat anak merasa sedih dan tidak lengkap. "Mereka cenderung menjadi tidak bersemangat, gelisah, bingung, tidak dapat konsentrasi belajar, susah makan dan sebagainya," ujar pria yang akrab disapa Kak Seto ini kepada VIVAlife.

Kak Seto juga menekankan bahwa suatu hal yang menimbulkan ketegangan pasti akan berdampak pada psikologis anak. Walaupun begitu, orangtua haruslah jujur dan memberi pengertian mengenai apa yang terjadi.

Menurutnya, anak-anak yang usianya sudah lewat dari masa balita yaitu duduk di bangku Taman Kanak-kanak sudah dapat diberi pengertian mengenai perpisahan orangtuanya. Kak Seto yang sering menangani permasalahan anak-anak korban perceraian juga berbagi mengenai pengalamannya tersebut.

"Saya biasanya menampung curhat dan keluh kesah mereka. Memang awalnya rata-rata mereka tidak mau ngomong langsung. Jadi harus dipancing dengan menggambar, bermain dan sebagainya," ucap Kak Seto.

Lalu, apa yang sering dikatakan anak-anak tersebut padanya? "Mereka umumnya bilang kangen dan cerita biasanya orangtua mereka lengkap ada ayah dan ibu sekarang hanya ayah atau ibu saja. Banyak juga yang cerita misalnya salah satu orangtua sering marah-marah atau ada yang bahkan sampai melakukan kekerasan fisik. Hal-hal tersebut juga dapat menimbulkan anak benci terhadap salah satu pihak," ucapnya.

Anggapan yang beredar di tengah masyarakat mengenai anak-anak korban perceraian adalah lebih rentan mengalami masalah-masalah, seperti tidak naik kelas, pergaulan buruk, perilaku menyimpang, bullying, merokok, narkoba dan sebagainya jika dibandingkan dengan anak-anak normal lainnya. Menurut Kak Seto hal tersebut memang umum terjadi, terutama ketika anak-anak tersebut tidak ditangani dengan baik.

"Begitu juga dengan anak-anak yang melihat langsung pertengkaran orangtua dan menyaksikan kekerasan yang dilakukan di depan matanya cenderung dapat melakukan hal yang sama karena perilaku anak muncul karena belajar, mengamati dan meniru. Anak-anak selalu merekam apa yang mereka lihat," katanya.

Kak Seto menuturkan, hal-hal tersebut dapat dicegah dan dihindari dengan penanganan dari psikolog dengan cara terapi. Sementara untuk meminimalisir dampak perceraian terhadap anak, ujarnya, orangtua sebisa mungkin jangan terlibat konflik di depan anak-anak mereka. Selain itu, orangtua juga harus berupaya sering mengadakan pertemuan keluarga agar anak tetap merasakan kehadiran kedua orangtuanya.

"Lalu orangtua juga harus berani meminta maaf tentang perceraian kepada anak. Dan yang terakhir, usahakan selalu ada untuk mendengarkan curhat anak dan menawarkan bantuan untuk membantu menyelesaikan masalah dan kegelisahan anak," ucap Kak Seto.


Via: Dampak Perceraian Orangtua Terhadap Psikologis Anak